Mengenal Agama Islam part 1

 

1.Pengertian Islam secara bahasa dan istilah/syariat
Secara bahasa : penyerahan diri
istilah / syariat : penyerahan ibadah hanya kepada Allah
Nasrani --> Islam : meninggalkan penyembahan kepada nabi Isa dan juga ibunya Maryam dan menyerahkan ibadahnya HANYA kepada Allah
Syarat masuk islam : Tiada Tuhan selain Allah (Kesaksian tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah + penyerahan ibadah hanya
kepada Allah) --> Ketika seseorang sudah berkata tiada Tuhan selain Allah dan belum menyerahkan ibadahnya 
hanya kepada Allah, maka orang tersebut belum memahami makna ISLAM atau memahami namum melanggarnya 
--> keduanya adalah musibah
+ Muhammad Rasulullah 
2. Islam adalah agama para nabi dan Rasul
Nabi Ibrahim : Aku berislam dan menyerahkan diriku pada Rabbul'alamin (Al-baqarah : 131)
Nabi Ibrahim + Nabi Ya'qub berwasiat : Wahai anak-anakku sesungguhnya Allah telah memilih agama bagi kalian. Maka janganlah kalian
meninggal dunia kecuali dalam keadaan Islam (Al-baqarah : 132)
Murid nabi Isa berkata kepada nabi Isa : Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang Islam (Ali Imran : 52)
Nabi Musa berkata kepada kaumnya : Hendaklah kalian bertawakal kepada Allah, jika kamu adalah orang-orang Islam (Yunus : 84)
Nabi Sulaiman berkata kepada Ratu Balqis : Hendaklah kalian jangan sombong kepadaku. Datanglah kalian kepadaku dalam keadaan Islam 
(An-Naml : 31)
Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam. Dan siapa yang mencari selain Islam, maka tidak akan diterima amal darinya.
Dia adalah orang-orang yang merugi di hari akhirat.
Para nabi adalah saudara sebapak, ibu-ibu mereka berbeda. Dan agama mereka satu (HR. Bukhari Muslim)
3. Apa yang membedakan diantara pada nabi
Nabi-nabi --> Islam --> menyerahkan diri kepada Allah
Perbedaannya adalah : tata cara beribadah dan halal-haram (syariat) nya --> sesuai ketentuan Allah yang Maha Tahu lagi Maha Bijaksana
Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syariat dan cara (Al-Maidah : 48)
Para nabi adalah saudara satu bapak, ibu-ibunya berbeda. Tetapi agama mereka satu (HR. Bukhari Muslim)
ibu-ibu berbeda --> syariat yang dibawa masing-masing nabi berbeda
Shalat + Zakat sudah ada sebelum pengutusan nabi Muhammad --> syariat nabi Ismail
Dan dahulu Ismail menyuruh keluarganya untuk shalat dan zakat (Maryam : 55)
Nabi Isa berkata, "Dan Allah telah berwasiat kepadaku untuk shalat dan zakat selama aku masih hidup (Maryam : 31)"
Namun, shalat di atas tanah terbuka, di luar tempat khusus ibadah --> hanya di syariatkan kepada umat Islam
Rampasan perang diharamkan untuk kaum sebelum Nabi Muhammad, namun dihalalkan bagi umat Islam
Dan telah dijadikan bagiku tanah ini (seluruh bumi ini) sebagai masjid dan juga alat untuk bersuci. Maka, siapa saja umatku yang 
mendapatkan waktu shalat hendaklahnya dia melakukan shalat. Dan dihalalkan bagiku rampasan perang, apa yang tidak dihalalkan bagi 
sebelumku (HR. Bukhari Muslim)
Iklan

Mengenal Rasulullah part 2

6. Mengenal inti dakwah Rasulullah
inti dakwah nabi Muhammad = inti dakwah nabi dan Rasul sebelum beliau --> mengajak manusia mengesakan Allah dalam ibadah + menjahi
kesyirikan.
Tidaklah Kami mengutus untukmu seorang Rasul kecuali kami wahyukan padanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali 
Aku. Maka hendaklah kalian menyembah hanya kepadaKu (Al-Anbiya : 25)
Tentang nabi Nuh yang merupakan Rasul pertama : 
Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dan dia berkata, "Wahai kaumku, sembahlah Allah, kalian tidak patut memiliki sesembahan
selain Dia" (Al-A'raf : 59)
Dalil lainnya : Al-A'raf : 65,73,85
Rasullullah --> 10 tahun pertama, di Mekah, berdakwah tentang Tauhid; setelahnya baru ada perintah ibadah. syariat baru banyak 
diperintahkan setelah di Madinah --> Ibadah akan diterima jika dan hanya jika seseorang berTauhid.
Pesan nabi kepada Muadz bin Jabal ketika diuntus ke Yaman : "Hendaknya Engkau mengajak kepada syahadat" (HR. Bukhari Muslim)
5 hari sebelum Rasulullah meninggal, Rasulullah mengingatkan bahwa orang-orang sebelum mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka 
sebagai tempat ibadah/mesjid. Maka, beliau melarang menjadikan kuburan sebagai mesjid, mendirikan mesjid diatas kuburan. Karena hal 
semacam itu akan menjadi pintu terhadap kesyirikan. 
7. Mengenal Rasulullah sebagai Rasul terakhir
Rasulullah meninggal setelah menyampaikan risalah dengan sempurna seperti manusia biasa lainnya.
Setiap jiwa akan merasakan kematian (Ali Imran : 185)
Sesungguhnya engkau akan meninggal dunia, begitu juga dengan mereka. (Az Zumar :30)
Tidak ada Rasul setelah Rasulullah (Nabi Muhammad)
Bukanlah Muhammad bapak dari salah seorang diantara kalian. Tetapi beliau adalah Rasul Allah dan penutup para nabi (Al-Ahzab : 40)
Dalil sabda nabi tentang bahwa beliau adalah nabi terakhir mencapai derajat mutawattir
Tidak tahu/tidak mengakui muhammad sebagai nabi terakhir --> BUKAN MUSLIM --> hal darurat
Sesungguhnya akan ada diantara umatku 30 orang pendusta yang mengaku nabi. Sementara aku adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi 
setelah aku (Shahih Riwayat Abu Dawud)
Dan aku adalah yang terakhir. Dan tidak ada setelahku seorang nabi. (Hadist Mutasaqan alaih)
Nabi Muhammad sudah wafat --> Allah menjaga agama dengan menjaga sumbernya (Al-qur'an dan Al-Hadist), menyiapkan ulama yang amanat 
untuk menyampaikan keduanya kepada umat
Sesungguhnya Kami yang telah menurunkan Al-qur'an. Maka, sesungguhnya Kami yang akan menjaganya (Al-Hijr : 9)
Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham melainkan ilmu (HR.Abu Dawud, 
Tirmidzi, Ibnu Majah; Shahih Syekh Albani)

Mengenal Allah part 2

6.Keyakinan bahwa Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, pengatur alam semesta, tidak cukup menjadikan seseorang menjadi Muslim
Meyakini bahwa Allah adalah pencipta, pemberi rezeki dan pengatur alam semesta adalah KEWAJIBAN tetapi tidak bisa menjadi PEMBEDA 
Allah berkata, "Wahai iblis, apa yang mencegahmu sujud kepada Adam ketika aku memerintahkannya kepadamu.". Lalu iblis menjawab,
"Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakan aku dari api, sedangkan dia dari tanah." (Al-A'raf : 12)
Dan seandainya engkau bertanya kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka mengatakan Allah (Az-Zumar : 38)
iblis meyakini Allah, begitu juga orang kafir quarisy. Tidak menjadikan mereka tidak berbuat syirik, maka hal ini tidak bisa menjadi
pembeda antara orang yang beriman dan yang kafir.
7.Pengertian ibadah dan macamnya
Ibadah --> perkara yang dicintai dan diridhai Allah baik dalam bentuk ucapan, perbuatan yang tersirat maupun yang tersurat.
--> sesuatu disukai Allah jika Dia memerintahkannya, memuji pelaku perbuatannya
contoh : Doa
Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya Aku akan mengabulkan (Ghafir : 60)
Doa adalah ibadah (Hadist Shahih; Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
Doa kepada selain Allah --> syirik
contoh : Menyembelih
Hendaknya kamu shalat untuk Rabbmu, dan menyembelihlah untuk Rabbmu (Al-Kautsar : 2)
Allah melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allah (HR. Muslim)
menyembelih untuk selain Allah --> syirik
8. Contoh kesyirikan musyrikin quraisy
Contoh : berdoa, meminta dan bertaqarrub kepada orang shaleh yang sudah meninggal, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka, dengan 
tujuan mendapat syafaat dari mereka, juga bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Dan mereka menyembah kepada selain Allah sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberikan manfaat. Dan mereka berkata, 
"Mereka adalah pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah". Katakanlah, "Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allah sesuatu yang Allah 
tidak ketahui di langit dan di bumi?". Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan. (Yunus : 18) --> bentuk
penyekutuan terhadap Allah
Ketahuilah bahwa milik Allah lah agama yang tulus dan orang-orang yang menjadikan selain Allah sebagai sekutu, mereka mengatakan, 
"Tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah." Sesungguhnya Allah akan menghukum diantara 
mereka dalam apa yang mereka perselisihkan dan sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk terhadap orang yang berdusta lagi ingkar
(Az-Zumar :3)
Ayat ini menunjukan bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang shaleh yaitu agar sesembahan tersebut mendekatkan diri mereka terhadap 
Allah; mendapatkan syafaat. Padahal cara untuk mendapatkan syafaat mereka adalah dengan memurnikan tauhid, bukan dengan melakukan 
kesyirikan. Selain itu, cara mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan iman dan amal shaleh baik yang wajib maupun sunnah, sebagaimana 
yang dilakukan orang-orang shaleh tersebut. Tidak boleh menganalogikan Allah seperti kepala negara (raja, presiden dll) yang sulit 
menyampaikan hajat kepadanya, kecuali melalui pelantara (pembantu dan orang-orang di sekitar raja/presiden). Allah tidak boleh disamakan
dengan siapapun atau apapun makhlukNya. Allah Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Sedangkan kepala negara adalah
makhluk yang lemah yang tidak mampu melakukan semua pekerjaan tanpa dibantu oleh para pembantunya. 
9.Mengenal Allah dari makhlukNya
Allah menciptakan makhluk, supaya manusia berpikir, mengenal zat yang menciptakan mereka.
Semua makhluk Allah menunjukan kebesaran Allah. Keteraturan pergerakan alam semesta menunjukan kekuasaan dan pengawasan Allah tanpa henti.
Kejelian (detail) dalam penciptaan menunjukan hikmah dan keluasan ilmuNya. Manfaat dalam ciptaanNya merupakan rahmatNya yang luar biasa 
serta karuniaNya yang meliputi segala sesuatu.
Sesungguhnya dalam penciptaan bumi dan langit, pergantian siang dan malam, terdapat tanda-tanda bagi orang yang memiliki akal. Yaitu orang-
orang yang mengingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi. Wahai Rabb kami,
tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau maka jagalah kami dari adzab neraka. (Ali Imran : 190-191)
Muslim --> meluangkan waktu untuk memikirkan makhluk Allah --> mengenal Allah, semakin yakin dan mantap dalam menjalankan syariat islam, 
merasa takut dengan adzab Allah, semakin dekat dengan Allah, semakin mengesakan Allah dalam ibadah. 
10. Mengenal Allah dengan nama dan sifatNya
Dan Allah memiliki nama-nama yang paling baik. (Al-A'raf : 180)
Dan Allah memiliki sifat-sifat yang paling tinggi (An-Nahl : 60)
Kita mengenal Allah sebagai zat yang bersifat Maha Penyayang karena dia Ar-Rahman. (dst sesuai sifat dan namaNya)
Allah beristiwa' di atas arsy. Allah memiliki dua tangan. Allah berada diatas dan turun ke langit dunia setiap sepertiga malam terakhir. 
(dikabarkan oleh Allah kepada Rasulullah)
Muslim --> tidak boleh menolak nama dan sifat tersebut; tidak boleh diserupakan dengan selain Allah. 
Tidak ada yang serupa dengan Allah. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Asy-Syura : 11)

Mengenal Allah part 1

1.Pentingnya mengenal Allah, Rasulullah dan agama Islam
Rasulullah mengabarkan, setiap manusia yang meninggal, di alam kubur akan ditanya oleh 2 malaikat mengenai 3 perkara tersebut : siapa Tuhanmu, siapa nabimu, apa agamamu.
Tidak cukup dengan menghafal --> yang penting adalah pemahaman dan pengamalan
Perlu mengenal Allah + memenuhi hakNya, Rasulullah + memenuhi haknya dan mengetahui + menjalankan agama Islam 
--> dapat menjawab pertanyaan tersebut --> mendapat nikmat kubur.
apabila tidak mengenal 3 perkara tersebut --> tidak dapat menjawab --> akan mendapat siksa kubur.
2. Mengenal Allah sebagai pencipta
Dialah adalah Allah, Rabb kalian yang telah menciptakan segala sesuatu. (Ghafir : 62)
Dialah Allah, Al-Khaliq yang maha pencipta, selain Allah adalah makhluk, meskipun diagungkan dan 
disembah manusia.
Wahai manusia telah dibuat perumpamaan, maka hendaklah kalian mendengarnya. Sesungguhnya segala sesembahan
yang kalian sembah selain Allah tidak akan bisa menciptakan seekor lalat, meskipun mereka bersatu untuk 
membuatnya. (Al Hajj : 73)
bersatu padu saja tidak bisa, apalagi sendirian,, lalat yang sederhana saja tidak bisa, apalagi yang lebih rumit.
Apabila meyakini bahwa ada pihak lain yang melakukan penciptaan --> syirik besar
3. Mengenal Allah sebagai pemberi rezeki
Ar-Razak --> nama Allah yang berarti Maha Pemberi Rezeki
Allah menciptakan makhluk + memberikan rezeki kepada makhlukNya --> Allah menuliskan rezeki makhluknya sebelum menciptakannya
Rasulullah bersabda, "Allah telah menulis takdir makhluk-makhlukNya, 50000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi"
(HR. Muslim dari Abdullah bin Amr)
Allah menyampaikan rezeki tersebut sesuai waktu yang telah Allah tentukan, maka tidak akan meninggal seseorang sampai dia 
mendapatkan rezeki terakhir yang menjadi haknya.
Tidak ada yang melata di muka bumi ini melainkan Allah yang akan memberikan rezekinya (Hud : 6)
Tidak ada zat lain yang dapat melakukan hal tersebut selain Allah :
Wahai manusia hendaklah kalian mengingat nikmat Allah atas kalian. Adakah yang menciptakan selain Allah yang memberikan
rezeki dari langit dan bumi? Tidak ada sesembahan yang patut disembah selain dia. Oleh karena itu, mengapa kalian
berpaling (Fatir : 3)
4.Mengenal Allah sebagai pengatur alam semesta
Mematikan dan menghidupkan makhluk, memuliakan dan menghinakan makhluk, mengganti siang dan malam, menerbitkan dan 
menenggelamkan matahari.
Dialah, Allah yang mengatur seluruh perkara (As-Sajidah : 5)
Nabi Ibrahim berkata pada orang yang mengaku Tuhan : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, jikalau memang engkau adalah Tuhan, 
terbitkanlah dari barat --> Orang tersebut tidak dapat berbuat apa-apa (Al-Baqarah : 258)
Allah menjadikan siang dan malam --> tidak ada yang dapat mengganti siang menjadi malam dan sebaliknya --> tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allah. 
Tidak ada sesembahan selain Allah yang dapat membantu apalagi melakukannya sendiri.
Memiliki keyakinan makhluk (bagaimana pun posisinya dihadapan Allah) dapat melakukan hal yang HANYA DAPAT DILAKUKAN Allah 
--> menyekutukan Allah.
5. Mengenal Allah sebagai satu-satunya zat yang berhak disembah
Allah --> satu-satunya yang dapat memberikan rezeki dan mengatur alam semesta --> Tidak ada yang berhak disembah selain Allah
Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.
Yang telah mencipta untuk kalian, bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan dan telah menurunkan air dari langit.
Maka Allah keluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menyekutukan Allah sedangkan
kalian mengetahui (Al-Baqarah : 21-22)
Yang demikian itu karena Allah merupakan sesembahan yang haq (berhak untuk disembah) sedangkan apa yang mereka sembah selain Allah 
merupakan sesembahan yang bathil (tidak berhak untuk disembah) (Al-Hajj : 62)
orang yang percaya bahwa Allah memberikan rezeki, menciptakan alam semesta dan mengaturnya, namun masih melakukan penyembahan
kepada selain Allah --> SYIRIK
Rasullullah pernah ditanya mengenai dosa yang paling besar di sisi Allah, Rasullullah menjawab dosa yang paling besar adalah 
melakukan penyekutuan terhadap Allah padahal Allah yang telah menciptakan dirimu (HR Bukhari-Muslim).

Tauhid part 5

21. Cinta kepada Allah
Mencintai Allah merupakan ibadah --> harus merendahkan diri di hadapan Allah + mengagungkan Allah, akan membawa seseorang melaksanakan perintah
Allah dan menjauhi laragan Allah --> bila diserahkan kepada selain Allah, merupakan syirik besar.
Di antara manusia terdapat diantaranya yang menjadikan selain Allah sebagai sekutu Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah,
adapun orang beriman cintanya kepada Allah jauh lebih besar (Al-Baqarah : 165).
Cinta kepada dunia -> diperbolehkan selama tidak melebihi cinta kepada Allah --> jika tidak, maka dia melakukan dosa besar.
Katakanlah jika bapak kalian, anak kalian, istri kalian, saudara kalian, harta kalian, perniagaan yang kalian khawatirkan, rumah yang kalian cintai,
itu semua lebih kalian cintai dari Allah dan RasulNya, dan berjuang dijalan Allah, tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya, sesungguhnya
Allah tidak memberi pentunjuk pada orang yang fasik (At-Taubah : 24)
22. Takut kepada Allah
Seorang muslim harus yakin bahwa manfaat dan mudharat ada di tangan Allah --> tidak takut kepada selain Allah, tidak bertawakal kepada selain Allah
Takut --> merendahkan diri dihadapan Allah, mengagungkan Allah, membawa seseorang menjauhi larangan Allah dan melaksanakan perintah Allah
--> BUKAN takut berlebihan yang membawa kepada keputusasaan terhadap rahmat Allah
--> BUKAN pula takut yang terlalu tipis dan tidak membawa pemiliknya kepada ketaatan kepada Allah
--> Ibadah --> tidak boleh diserahkan kepada selain Allah --> syirik besar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam 
Dan aku tidak takut dengan sesembahan kalian dan mereka tidak memudharatiku kecuali Rabbku yang menghendaki (Al-An'am : 80)
Sesunggguhnya itu hanyalah syaithan yang menakut-nakuti kalian dengan wali-walinya, karena itu janganlah kalian takut kepada mereka, takutlah kepadaKu
jika kalian beriman (Ali Imran : 175)
Cara menghilangkan rasa takut kepada selain Allah :
--> berlindung kepada Allah dari bisikan setan
--> mengingat sabda Rasulullah : "Ketahuilah apabila umatku semuanya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu atau memberi mudharat kepadamu, niscaya
itu tidak akan terjadi tanpa ijin Allah" (HR.At-Tirmidzi ; Shahih Syekh Albani)
Takut terhadap hal-hal wajar yang manusiawi, panasnya api, binatang buas dll --> MUBAH.
23. Taat kepada Ulama dalam kebenaran
Ulama --> memiliki ilmu tentang Allah dan agamaNya --> bertakwa kepada Allah --> pewaris para nabi
Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, kepada Rasulullah, kepada Ulil Amri di antara kalian (An-Nisa : 59)
Ulil Amri : Ulama dan Umaro (pemerintah); tidak dalam segala hal, bila kesalahannya jelas, tidak boleh diikuti
Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan kepada Allah, sesungguhnya ketaatan hanya dalam kebenaran (HR. Bukhari Muslim)
Apabila ulama yang salah tetap diikuti -> dia telah menjadikan ulama tersebut sebagai pembuat syariat bukan penyampai syariat --> dilakukan Yahudi 
dan Nasrani
Mereka menjadikan ulama dan ahli ibadah mereka sebagai sesembahan selain Allah (At-Taubah : 31)
Ketahuilah mereka bukan beribadah kepada para ulama dan para ahli ibadah mereka, namun mereka mengikuti hal haram yang telah para ulama mereka halalkan 
dan menjauhi hal halal yang para ulama mereka haramkan (HR. At-Tirmidzi, dari Adi bin Hakim; Hasan Syekh Albani)
24. Menyandarkan kenikmatan kepada Allah
Nikmat --> dari Allah; Makhluk hanya perantara yang digerakan oleh Allah
Kenikmatan yang kalian dapatkan adalah berasal dari Allah (An- Nahl : 53)
menyandarkan kenikmatan tersebut pada selain Allah --> syirik kecil
Mereka mengenal nikmat Allah lalu mengingkarinya (An-Nahl : 83)
Muslim tetap harus berterimakasih perantara; bahkan diperintahkan untuk membalasnya
25. Ridha terhadap hukum Allah
Allah sangat menyayangi makhlukNya; ar Rahman + Ar Rahiim --> dengan menurunkan syariat supaya manusia mendapatkan bahagia dan terhindar dari kesusahan
di dunia, meskipun kadang kebaikan syariat itu samar bagi sebagian manusia.
Ridha kepada hukum Allah merupakan konsekuensi dari tauhid
Tidaklah pantas bagi mukmin dan mukminah apabila Allah dan rasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada pilihan yang lain bagi mereka dalam 
urusan mereka. Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya makas sungguh dia telah sesat dalam kesatan yang nyata (Al-Ahzab : 36)

Tauhid part 4

16.Perdukunan
Dukun --> orang yang mengaku mengetahui yang gaib (barang yang hilang dan pencurinya, ramalan nasib dll); dengan cara melihat bintang, 
garis di tangan,melihat air di mangkok dll.
--> HARAM
--> Hal gaib yang diketahui dan kemampuan gaib yang dimiliki berasal dari jin yang dimintai bantuan; cara-cara yang dilakukan sebagai
perantara (melihat bintang, dll) hanyalah kedok agar terlihat lebih masuk akal
--> Hal/kemampuan gaib ini akan diberikan setan dengan syarat sang dukun harus melakukan hal kafir kepada Allah; Dukun --> KAFIR; harta yang
dihasilkan --> HARAM
--> kebenaran berita yang disampaikan dukun merupakan kabar yang dicuri JIN dengan cara yang tidak legal dari langit; terkadang jin terkena
lemparan bintang, terkadang kabar tersebut sampai ke dukun --> Sedikit kabar yang didapat akan ditambah kedustaan yang banyak
Barang siapa yang mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yang dia ucapkan, maka dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada
Rasulullah (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah; Shahih Syekh Albani)
Barang siapa yang mendatangi dukun kemudian bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari (HR. Muslim)
--> Meskipun tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, namun merupakan dosa yang sangat besar. 
17. At-Tathoyyur (merasa sial dengan sesuatu)
--> Merasa sial karena melihat/mendengar hal tertentu --> menyebabkan tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan
--> merupakan syirik kecil, apabila perasaan tersebut diyakini, diikuti (HR. Ahmad; Shahih Syekh Albani)
Tidak ada Tiyarah (HR. Bukhari Muslim)
Maksudnya... 
Tiyarah hanya perasaan dan tidak berpengaruh terhadap takdir Allah; Muslim tidak boleh mengikuti was-was syetan ini; 
Muslim harus memiliki keyakinan yang kuat bahwa semua yang terjadi di bumi, baik kebaikan dan keburukan merupakan takdir Allah; Tidak ada yang
mendatangkan kebaikan dan melindungi dari keburukan kecuali Allah; Bertawakal dan berbaik sangka kepada Allah
Tafaul --> Berbaik sangka kepada Allah karena melihat/mendengar sesuatu -> MUBAH
18. Maramal nasib dengan bintang
Bintang memiliki 3 manfaat : 1. perhiasan langit, 2. pelempar setan, 3. petunjuk manusia (kompas alami, pertanda datangnya musim)
Qatadah bin Diamah As-Sadusi (...-110 H) : orang yang bicara bahwa bintang punya faedah lain --> orang yang bicara hal yang salah 
dan tanpa ilmu (Shahih Bukhari)
Terbit-tenggelam bintang + berkumpul-berpisahnya bintang berpengaruh terhadap peruntungan seseorang, contoh : zodiak dalam berbagai bentuk
media; Hukumnya : sama dengan pergi ke dukun --> shalatnya tidak diterima selama 40 hari. 
19. Bersumpah dengan nama selain Allah
Sumpah --> menguatkan perkataan dengan menyebutkan sesuatu yang diagungkan oleh yang berbicara dan yang diajak bicara 
--> hanya diperbolehkan dengan nama Allah; nama yang merujuk kepada Allah 
Seagung apapun makhluk di mata manusia, manusia tidak boleh bersumpah dengan namanya; misal : demi Rasulullah, demi Ka'bah, demi Jibril,
demi Bintang dll
Barang siapa yang bersumpah dengan selain nama Allah maka sungguh dia telah berbuat syirik (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi; Shahih Syekh 
Albani)
--> Syirik kecil, tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, namun bisa menjadi syirik besar apabila disertai pengangungan seperti 
pengagungan terhadap Allah; contoh : Demi Wisnu, Demi Latta, Demi Dewa Matahari dll
20. Riya'
--> beribadah bukan mengharap pahala dari Allah, tapi demi pengakuan manusia 
--> HARAM; syirik kecil; tidak mengeluarkan seseorang dari Islam
--> penyebab tidak diterimanya amalan seseorang, sebesar apapun amalannya
Rasullullah bersabda bahwa Allah berfirman : "Aku adalah zat yang paling tidak butuh dengan syirik, apabila dalam suatu amalan dia
menyekutukan Aku maka Aku akan meninggalkannya dan kesyirikannya" (HR. Muslim)
--> tidak ada harapan untuk diampuni oleh Allah; harus diadzab supaya bersih dari dosa tersebut
Sesuangguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendakiNya (An Nisa : 48)
Orang yang pertama dinyalakan api neraka --> orang yang riya' (orang yang beramal shaleh demi pengakuan manusia) (HR. At-Tirmidzi)

Tauhid part 3

 

11.Ar Ruqyah (Jampi-jampi)
Ruqyah --> bacaan yang dibacakan kepada orang sakit, supaya sembuh
--> diperbolehkan selama tidak ada kesyirikan
Diriwayatkan Auf bin Malik : Kami dahulu meruqyah dijaman jahiliyah, maka kami bertanya kepada Rasulullah tentang Ruqyah, 
Rasulullah berkata, "Sesungguhnya Ruqyah tidak mengapa selama tidak ada kesyirikan" (HR. Muslim)
Ruqyah yang tidak ada kesyirikan : ruqyah dari ayat al-Qur'an, doa yang diajarkan nabi --> lebih utama, doa yang diketahui maknanya dalam
bahasa apapun.
Orang yang meruqyah dan diruqyah berkeyakinan bahwa ruqyah tersebut hanya sebab semata, bukan sumber.
Ruqyah yang mengandung kesyirikan : Ruqyah yang mengandung permohonan kepada selain Allah. Tidak jarang dicampur dengan ayat al-Qur'an dan
nama-nama Allah serta kalimat bahasa arab dengan tujuan untuk mengelabui orang yang tidak mengerti.
Sesungguhnya jampi-jampi, jimat dan pelet adalah syirik (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah; Shahih Syekh Albani) 
12. Berdoa kepada selain Allah merupakan syirik besar
Berdoa --> menghadap Allah dengan maksud supaya Allah mewujudkan keinginannya, baik dengan meminta, merendahkan diri dan takut kepada Allah
--> Ibadah (diriwayatkan An Nukman Ibnu Basyir) (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah; Shahih Syekh Albani)
Berdoalah kalian kepadaKu dniscaya aku akan mengabulkannya. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah (doa) kepadaKu, 
mereka akan masukneraka jahannam dalam keadaan terhina (Ghafir : 60) 
Doa --> ibadah yang merupakan hak Allah --> ketika berdoa kepada selain Allah --> syirik besar 
Doa : Istighasah (meminta dilepaskan dari kesusahan), Isti'adzah (meminta perlindungan), Isti'anah (meminta pertolongan)
--. jika ada perendahan diri, pengharapan dan takut --> doa yang hanya boleh diserahkan kepada Allah
dibolehkan kepada Makhluk, dengan syarat :
1. Masih hidup
2. Dia berada didepan kita, bisa mendengar suara kita
3. Dia mampu sebagai makhluk melakukannya
4. Hanya diyakini sebagai sebab
jika tidak terpenuhi --> syirik besar
13. Syafaat
Syafaat --> meminta kebaikan bagi orang lain, baik di dunia maupun akhirat
--> mengampuni seorang muslim yang Allah ridhoi dengan perantara orang yang telah Allah izinkan memberikan syafaat
syarat bagi yang memberi dan diberi syafaat : bertauhid dan bersih dari kesyirikan (HR. Muslim)
Tidak ada yang dapat memberikan syafaat tanpa keridhoan/izin Allah (Al-Anbiya : 28; Al-Baqarah : 255)
Cara meminta syafaat : "Ya Allah, berilah kepadaku syafaaat nabi Muhammad"; bukan kepada makhluknya langsung.
Mereka menyembah kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberikan kemanfaatan dan kemudharatan kepada mereka, lalu mereka berkata
bahwa itu adalah hal yang dapat memberikannya syafaat disisi Allah. (Yunus : 18)
14. Berlebihan kepada orang shaleh, pintu kesyirikan
Orang Shaleh --> orang baik yang mengikuti syariat Allah dalam aqidah, ibadah dan muamalah.
--> diperintahkan untuk mencintai dan mengikuti jejak mereka dalam kebaikan. 
--> berteman dan bermajelis dengan mereka merupakan sebuah keberuntungan.
--> membaca perjalanan hidup mereka bisa menambah keimananan dan menguatkan hati.
--> menghormati mereka, diperintahkan selama dalam batas yang diijinkan agama; 
tidak boleh (HARAM) memposisikan mereka di atas posisinya sebagai manusia : menyifati mereka dengan sifat Allah.
Mencintai Rasululah melebihi dari seluruh manusia di dunia adalah sebuah kewajiban (HR. Bukhari Muslim), 
tapi... Rasulullah melarang berlebih-lebihan kepadanya, seperti apa yang dilakukan orang nasrani kepada nabi Isa (HR. Bukhari).
Rasulullah adalah hamba Allah (tidak boleh disembah) dan rasul-Nya (tidak boleh dicela dan diselisihi).
Berlebihan kepada Rasulullah saja tidak boleh, apalagi kepada orang selainnya.
Bentuk berlebihan kepada orang shaleh : meyakini bahwa mereka mengetahui hal yang ghaib / ilmu ghaib, membangun di atas kuburan mereka, 
beribadah kepada Allah di samping kuburan mereka, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka. 
15. Sihir
Sihir yang merupakan kesyirikan adalah sihir yang meminta bantuan setan. Padahal setan baru menolong seseorang apabila dia melakukan
sesuatu yang diridhoi setan (kufur kepada Allah) : Beribadah kepada setan, menghina al-Qur'an, mencela agama, dll.
Bukanlah Sulaiman yang kafir, melainkan setan yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia (Al-Baqarah : 102)
Jauhilah 7 perkara yang membinasakan : 1. Syirik kepada Allah, 2. Sihir (HR. Bukhari Muslim)
Hukuman tukang sihir --> hukuman mati --> yang berhak menghukum adalah pemerintahan yang sah, bukan individu
--> hukum agama : haram, keluar dari islam ; begitu pula orang yang meminta untuk disihirkan.
Bukan termasuk umat Rasulullah, orang yang menyihir dan minta disihirkan. (HR. Al-Badzar ; Shahih Syekh Albani)
membentengi diri dari sihir dengan : dzikir pagi+petang, dzikir setelah shalat, dzikir setiap sebelum dan sesudah aktivitas, membersihkan
diri dan tempat tinggal dari hal-hal yang membuat ridho setan.
ketika terkena sihir : sabar, merendahkan diri kepada Allah, memohon kesembuhan dari Allah dengan perantara ruqyah yang disyariatkan,
jangan meminta bantuan jin.