Tauhid part 3

 

11.Ar Ruqyah (Jampi-jampi)
Ruqyah --> bacaan yang dibacakan kepada orang sakit, supaya sembuh
--> diperbolehkan selama tidak ada kesyirikan
Diriwayatkan Auf bin Malik : Kami dahulu meruqyah dijaman jahiliyah, maka kami bertanya kepada Rasulullah tentang Ruqyah, 
Rasulullah berkata, "Sesungguhnya Ruqyah tidak mengapa selama tidak ada kesyirikan" (HR. Muslim)
Ruqyah yang tidak ada kesyirikan : ruqyah dari ayat al-Qur'an, doa yang diajarkan nabi --> lebih utama, doa yang diketahui maknanya dalam
bahasa apapun.
Orang yang meruqyah dan diruqyah berkeyakinan bahwa ruqyah tersebut hanya sebab semata, bukan sumber.
Ruqyah yang mengandung kesyirikan : Ruqyah yang mengandung permohonan kepada selain Allah. Tidak jarang dicampur dengan ayat al-Qur'an dan
nama-nama Allah serta kalimat bahasa arab dengan tujuan untuk mengelabui orang yang tidak mengerti.
Sesungguhnya jampi-jampi, jimat dan pelet adalah syirik (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah; Shahih Syekh Albani) 
12. Berdoa kepada selain Allah merupakan syirik besar
Berdoa --> menghadap Allah dengan maksud supaya Allah mewujudkan keinginannya, baik dengan meminta, merendahkan diri dan takut kepada Allah
--> Ibadah (diriwayatkan An Nukman Ibnu Basyir) (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah; Shahih Syekh Albani)
Berdoalah kalian kepadaKu dniscaya aku akan mengabulkannya. Sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah (doa) kepadaKu, 
mereka akan masukneraka jahannam dalam keadaan terhina (Ghafir : 60) 
Doa --> ibadah yang merupakan hak Allah --> ketika berdoa kepada selain Allah --> syirik besar 
Doa : Istighasah (meminta dilepaskan dari kesusahan), Isti'adzah (meminta perlindungan), Isti'anah (meminta pertolongan)
--. jika ada perendahan diri, pengharapan dan takut --> doa yang hanya boleh diserahkan kepada Allah
dibolehkan kepada Makhluk, dengan syarat :
1. Masih hidup
2. Dia berada didepan kita, bisa mendengar suara kita
3. Dia mampu sebagai makhluk melakukannya
4. Hanya diyakini sebagai sebab
jika tidak terpenuhi --> syirik besar
13. Syafaat
Syafaat --> meminta kebaikan bagi orang lain, baik di dunia maupun akhirat
--> mengampuni seorang muslim yang Allah ridhoi dengan perantara orang yang telah Allah izinkan memberikan syafaat
syarat bagi yang memberi dan diberi syafaat : bertauhid dan bersih dari kesyirikan (HR. Muslim)
Tidak ada yang dapat memberikan syafaat tanpa keridhoan/izin Allah (Al-Anbiya : 28; Al-Baqarah : 255)
Cara meminta syafaat : "Ya Allah, berilah kepadaku syafaaat nabi Muhammad"; bukan kepada makhluknya langsung.
Mereka menyembah kepada selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberikan kemanfaatan dan kemudharatan kepada mereka, lalu mereka berkata
bahwa itu adalah hal yang dapat memberikannya syafaat disisi Allah. (Yunus : 18)
14. Berlebihan kepada orang shaleh, pintu kesyirikan
Orang Shaleh --> orang baik yang mengikuti syariat Allah dalam aqidah, ibadah dan muamalah.
--> diperintahkan untuk mencintai dan mengikuti jejak mereka dalam kebaikan. 
--> berteman dan bermajelis dengan mereka merupakan sebuah keberuntungan.
--> membaca perjalanan hidup mereka bisa menambah keimananan dan menguatkan hati.
--> menghormati mereka, diperintahkan selama dalam batas yang diijinkan agama; 
tidak boleh (HARAM) memposisikan mereka di atas posisinya sebagai manusia : menyifati mereka dengan sifat Allah.
Mencintai Rasululah melebihi dari seluruh manusia di dunia adalah sebuah kewajiban (HR. Bukhari Muslim), 
tapi... Rasulullah melarang berlebih-lebihan kepadanya, seperti apa yang dilakukan orang nasrani kepada nabi Isa (HR. Bukhari).
Rasulullah adalah hamba Allah (tidak boleh disembah) dan rasul-Nya (tidak boleh dicela dan diselisihi).
Berlebihan kepada Rasulullah saja tidak boleh, apalagi kepada orang selainnya.
Bentuk berlebihan kepada orang shaleh : meyakini bahwa mereka mengetahui hal yang ghaib / ilmu ghaib, membangun di atas kuburan mereka, 
beribadah kepada Allah di samping kuburan mereka, menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka. 
15. Sihir
Sihir yang merupakan kesyirikan adalah sihir yang meminta bantuan setan. Padahal setan baru menolong seseorang apabila dia melakukan
sesuatu yang diridhoi setan (kufur kepada Allah) : Beribadah kepada setan, menghina al-Qur'an, mencela agama, dll.
Bukanlah Sulaiman yang kafir, melainkan setan yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia (Al-Baqarah : 102)
Jauhilah 7 perkara yang membinasakan : 1. Syirik kepada Allah, 2. Sihir (HR. Bukhari Muslim)
Hukuman tukang sihir --> hukuman mati --> yang berhak menghukum adalah pemerintahan yang sah, bukan individu
--> hukum agama : haram, keluar dari islam ; begitu pula orang yang meminta untuk disihirkan.
Bukan termasuk umat Rasulullah, orang yang menyihir dan minta disihirkan. (HR. Al-Badzar ; Shahih Syekh Albani)
membentengi diri dari sihir dengan : dzikir pagi+petang, dzikir setelah shalat, dzikir setiap sebelum dan sesudah aktivitas, membersihkan
diri dan tempat tinggal dari hal-hal yang membuat ridho setan.
ketika terkena sihir : sabar, merendahkan diri kepada Allah, memohon kesembuhan dari Allah dengan perantara ruqyah yang disyariatkan,
jangan meminta bantuan jin.
Iklan

Tauhid part 2

6. Apa itu Tauhid?
Tauhid secara bahasa -> mengesakan; secara istilah --> mengesakan Allah di dalam beribadah
Syirik -> menyekutukan Allah dalam beribadah; 
Ingatlah ketika Ibrahim berkata pada bapak dan kaumnya, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali zat yang 
telah menciptakanku (Az-Zukhruf : 26-27)
Barang siapa yang mengatakan "Tiada Tuhan selain Allah" dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah, maka haram harta dan
darahnya yaitu tidak boleh diganggu dan perhitungannya atas Allah --> HR Muslim 
Rukun kalimat tauhid ada 2 : 1. Pengingkaran terhadap segala Tuhan yang pantas disembah, 2. Penetapan bahwa Allah saja yang pantas disembah.
7. Memakai jimat
Allah memberikan manfaat dan mudharat/musibah pada orang-orang yang dikehendakiNya, tidak ada yang bisa mencegahNya. 
Hanya boleh bergantung kepada Allah dan merasa cukup dengan Allah dalam berusaha untuk mencapai suatu manfaat atau 
menghindari suatu musibah. Tidak bergantung pada benda-benda yang dikeramatkan (yang dipercaya dapat memberi manfaat atau menolak musibah). 
Barang siapa yang mengantungkan diri pada jimat dan semisalnya, maka sungguh dia telah berbuat syirik (HR. Ahmad ; Shahih Syekh Albani).
Barang / suatu zar dianggap sebagai sebab, padahal bukan sebab (tidak ada korelasi) --> termasuk syirik kecil;
misalnya : kita percaya bahwa kita akan beruntung KARENA kita memakai baju merah, maka kita sering memakai baju merah dengan harapan akan 
beruntung, padahal tidak ada korelasinya sama sekali. Hal ini ketika dengan kita percaya bahwa kita mengalami penyakit dan penyebabnya
adalah virus atau bakteri.
Dosa syirik kecil lebih besar dari dosa besar lainnya semisal zina dan membunuh
Barang / suatu zat dianggap memberi mudharat/manfaat DENGAN SENDIRINYA --> termasuk syirik besar --> mengeluarkan seseorang dari islam;
misalnya : kita percaya bahwa kuburan/dukun/paranormal DENGAN SENDIRINYA DAPAT MEMBERIKAN kita kemudahan dalam proses penjemputan rejeki, 
padahal tidak ada hubungannya. Hal ini berbeda dengan kita percaya bahwa dokter dengan segala ilmunya dapat membantu kita untuk sembuh
dari penyakit, dengan tetap meyakini bahwa hanya Allah lah yang dapat memberikan kita kesembuhan.
8. Mencari Barakah
Barakah --> banyaknya kebaikan dan kekontinuannya
Cara mendapatkan Barakah
1. Berdoa hanya kepada Allah. 
Allah adalah zat yang berbarakah --> zat yang banyak kebaikannya (Al-A'raf : 54).
Allah memberikan kebarakahan pada makhluknya -> sehingga makhlukNya tersebut dapat menjadi sumber manfaat bagi lingkungannya
2. Beribadah di Ka'bah
Ali Imran : 96 --> Ada sebuah rumah di dunia yang penuh barakah : ka'bah; ingin dapat kebarakahannya --> beribadahlah ke sana
3. Beribadah pada malam Lailatul Qadr
Ad Dukhan : 3 --> Malam turunnya Al-qur'an adalah malam yang barakah; ingin mendapatkan barakah --> beribadahlah di malam tersebut.
4. Menuntut ilmu dari ulama
Seorang ulama berbarakah dengan ilmu dan dakwahnya; ingin dapat barakah --> menuntut ilmu darinya; 
barakah dzatiyah --> barakah yang diberikah Allah hanya kepada nabi dan Rasulnya, barakahnya bisa berpindah melalui hal-hal yang
berhubungan dengan nabi dan Rasulnya. Dahulu para sahabat bertabaruk pada hal-hal yang berhubungan dengan Rasulullah,
tapi hal itu tidak dilakukan para sahabat kepada Abu Bakar, Umar dan sahabat lainnya. 
9. Menyembelih untuk selain Allah
Maka shalatlah dan menyembelihlah untuk Tuhanmu (Al Kautsar : 2) 
--> jika seseorang menyembelih untuk selain Allah, hal tersebut merupakan syirik besar 
--> mengeluarkan seseorang dari islam, membatalkan amalan, terkena ancaman laknat.
Allah melaknat seseorang yang menyembelih kepada selain Allah (HR. Muslim)
Laknat --> dijauhkan dari rahmat
10. Bernadzar untuk selain Allah
Nadzar : Wajib bagi saya untuk melakukan suatu ibadah untuk Allah bila terlaksana suatu hajat 
Nadzar --> ibadah --> tidak boleh dilakukan untuk selain Allah
Apa yang kalian infakan atau yang kalian nadzarkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya dan tidak ada penolong bagi 
orang-orang yang dzalim (Al-Baqarah : 270)
Hukum menunaikan nadzar :
1. Dan supaya mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka (Surat Al- Hajj : 29)
2. Barangsiapa yang bernadzar untuk menaati Allah maka hendaknya menaatinya, dan barang siapa yang bernadzar untuk memaksiati Allah
maka janganlah dia memaksiatinya (HR Bukhari)
Allah mengabarkan bahwa Allah mengetahui nadzar para hambaNya dan akan membalas dengan balasan yang baik --> nadzar adalah ibadah
--> ketika dilakukan untuk selain Allah maka hal ini merupakah syirik besar yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam

Tauhid part 1

 

1. Mengapa harus belajar Tauhid?
Belajar tauhid adalah kewajiban manusia, baik perempuan dan laki-laki. karena Allah menciptakan jin dan manusia adalah untuk bertauhid, yaitu dengan beribadah kepada dan untuk Allah. --> Az Zariyat : 56.
Allah mengutus Rasul kepada umat manusia untuk mengajak mereka kepada tauhid dan menjauhi thogut. --> An Nahl : 36.
Thogut : sesembahan selain Allah.
2. Tauhid syarat mutlak masuk surga.
Seseorang yang bertauhid PASTI masuk surga, meskipun sebelumnya diadzab dalam neraka terlebih dahulu. --> HR Bukhari, Muslim.
Barang siapa bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, bersaksi bahwa Muhammad dan Isa adalah hamba dan RasulNya, kalimatNya yang ditiupkan kepada Maryam, ruh dariNya (ruh nabi Isa yang ditiupkan Allah kepada Maryam), surga dan neraka benar adanya, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga bagaimana pun amalan yang telah dilakukannya. 
(pembeda agama Islam (tauhid) dengan nasrani) --> HR Bukhari Muslim.
Diharamkan neraka bagi orang yang tidak menyekutukan Allah dan berharap bertemu Allah --> HR Bukhari Muslim.
3. Bahaya Syirik.
Allah tidak mengampuni dosa syirik --> orang yang berbuat syirik besar akan kekal di dalam neraka.
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa lainnya bagi orang-orang yang dikehendakiNya --> An Nisa : 48.
Allah mengharamkan surga bagi orang-orang yang berbuat syirik --> Al Maidah : 72.
4. Syirik membatalkan amal.
Seorang nabi pun akan hilang amalnya jika berbuat syirik --> Az Zumar : 65-66.
5. Taubat dari kesyirikan.
Ada jalan untuk terhindar dari adzab berbuat syirik --> Taubat nashuha dari perbuatan tersebut sebelum azal menjemput.
syarat :
1. menyesal,
2. meninggalkan perbuatan tersebut,
3. bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi.
Jangan berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Az Zumar : 53).
Allah menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai tenggorokan (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah; dari Ibnu Umar; Hasan Syekh Albani).

Pengagungan terhadap Ilmu

Sholeh bin Abdillah bin Hamd Al-Usyaini : Banyaknya ilmu seseorang sesuai dengan tingkat pengagungannya terhadap ilmu

20 perkara bentuk pengagungan terhadap ilmu :
1. Membersihkan hati,,
   Ilmu akan mudah masuk pada hati yang bersih, 
   kotoran hati : syahwat dan syubhat, 
2. Mengikhlaskan niat,, 
   niat yang ikhlas akan : 
   1. mengangkat kebodohan dari diri sendiri, 
   2. mengangkat kebodohan dari orang lain, 
   3. menghidupkan ilmu dan menjaganya supaya tidak punah, 
   4. mengamalkan ilmu.
3. Menguatkan tekad untuk menuntutnya, meminta pertolongan kekuatan kepada Allah dan tidak merasa lemah
   (Hendaklah engkau semangat melakukan apa yang bermanfaat bagi dirimu dan 
   memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau merasa lemah; HR Muslim)
4. Memusatkan semangat untuk mempelajari Alqur'an dan Al hadist --> sumber segala ilmu
5. Menempuh jalan yang benar di dalam menuntut ilmu agama : 
   1. menghafal mathan kitab yang menyeluruh dan mengumpulkan perkara yang dikuatkan ulama 
      yang ahli di bidang tersebut, 
   2. mempelajari dari orang yang ahli, bisa dijadikan teladan dan mampu mengajar.
6. Mendahulukan ilmu yang paling penting :
   Ilmu ibadah kepada Allah : aqidah, tatacara wudhu, tatacara shalat, dll.
7. Bersegera dalam mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda, 
   Hasan Al Basri : Menuntut ilmu di waktu muda seperti mengukir di batu, menuntut 
                    ilmu di waktu tua seperti mengukir di air
8. Pelan-pelan dalam menuntut ilmu 
9. Sabar dalam menuntut dan menyampaikan ilmu, 
   Yahya bin Abi Katiril : Tidak didapatkan ilmu dengan badan yang berleha-leha
10. Memperhatikan adab ilmu : diri, guru, teman; 
    ilmu akan sia-sia jika disampaikan kepada orang yang tidak beradab 
11. Menjaga ilmu dari apa yang menjelekannya ; 
    menjaga wibawa sebagai penuntut ilmu
12. Memilih teman orang yang shaleh
13. Berusaha keras dalam menmahani ilmu, belajar dari seorang guru yang bagus tidak akan berguna jika ilmu tersebut tidak diinternalisasikan ke dalam diri
14. Menghormati ahli ilmu ; 
    Rasulullah : Bukan termasuk ummatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan mengetahui 
    hak seorang alim (Hadist Hasaan Imam Ahmad)
    Murid harus menghormati gurunya : menghadap beliau dan tidak menoleh, menjaga adab berbicara, 
    tidak berlebihan dalam memuji, mendoakan, mengucapkan terimakasih atas pengajarannya, tampak butuh terhadap ilmunya, tidak menyakiti dengan ucapan 
    dan perbuatan, berlemah lembut ketika mengingatkannya; 
    Guru salah --> 
    1. meneliti terlebih dahulu apakah benar kesalahan tersebut dilakukan olehnya, 
    2. apakah benar hal tersebut adalah sesuatu yang salah, 
    3. tidak boleh mengikutinya, 
    4. memeberikan udzur, 
    5. memberikan nasihat dengan rahasia, 
    6. menjaga kehormatan guru, 
15. Mengembalikan urusan terhadap ahlinya
16. Menghormati majelis ilmu dan kitab
17. Membela ilmu dan menolongnya bila ada yang merusak ilmu itu sendiri 
    Menjaga kemurnian ilmu ketika ada yang melakukan penyimpangan dan penyesatan dalam ilmu
18. Berhati-hati dalam bertanya kepada ulama : 
    1. bertanya untuk belajar bukan ingin menentang, 
    2. bertanya tentang sesuatu yang bermafaat, 
    3. melihat keadaan guru : tidak bertanya ketika keadaan tidak kondusif, 
    4. memperbaiki cara bertanya, 
19. Cinta kepada ilmu : mengerahkan kesungguhan, kejujuran, keikhlasan dalam menuntut ilmu
20. Menjaga waktu : seorang menuntut ilmu tidak menyiakan waktu

 

Ku Lari Ke Pantai

Komentar pertama yang akan saya ucapkan adalah “that’s my kind of film”. Haha. Waktu kecil, saya adalah tipe anak yang menonton Petualangan Sherina di bioskop, membeli dvdnya, membeli kaset OSTnya, menonton filmnya setiap hari, dan selalu menyetel kasetnya kapanpun saya bisa. Haduh, alay banget deh kalo inget. Seorang anak kecil tidak punya pemahaman yang cukup untuk dapat menangkap pesan filosofis dari sebuah film. Setelah saya besar, barulah saya mengerti bahwa sebenarnya yang dilawan dalam film tersebut adalah jangan menyerah pada bully, bully itu harus dilawan. Mereka juga punya sisi lemahnya. Kekurangan Sadam digambarkan bahwa dia sebenarnya adalah anak yang tidak punya kebebasan sebagai dirinya sendiri di rumah. Semua diatur ibu-bapaknya. Walau saya sefanitik itu sama film Petualangan Sherina, sejujurnya saya agak tidak suka dengan tokoh Sherina. Because I’m not as strong as her. Haha.

Ketika mendengar ada film Ku Lari ke Pantai. Ada rasa rindu yang sedemikian besar terhadap film anak yang dibuat Riri Riza dan  Mira Lesmana. Mungkin saya sudah berkali-kali bilang, bahwa saya sangat suka film-film yang dibuat oleh Riri Riza dan Mira Lesmana terutama Petualangan Sherina, AADC 1 dan Gie. Menontonnya nggak kerasa. Nggak kayak film lain yang saya harus mengintip jam hape, untuk menghitung berapa lama lagi film akan berlangsung. Begitu pula ketika film usai, sejujurnya, saya tidak merasa sudah menonton selama hampir dua jam. Tidak terasa. Dan saya rasa, kalau nanti film ini ada dalam bentuk digital, saya akan menontonnya tiap hari, sebagaimana yang saya lakukan pada film Petualangan Sherina.

Kisahnya tentang konflik budaya. Antara anak yang “dikampungkan” dengan produk urban jaman now. Somehow, saya rasa film ini sebenernya diperuntukan bagi orang tua. Karena anak-anak tidak dapat mengolah pesan filosofis yang terlalu rumit. Seperti saya katakan diawal, layaknya saya ketika menonton Petualangan Sherina. Orang tua seperti dihadirkan dua tipe anak hasil pola asuk yang bertolak belakang. Pada kenyataannya, hal ini akan ada di sampai kapan pun dalam berbagai spektrumnya.

Happy yang produk urban jaman now, yang tidak mengerti bagaimana asiknya bermain bersatu bersama alam. Saya merasa Happy adalah kepribadian Cinta AADC dalam bentuk anak-anak. Anak-anak yang adaptif terhadap pergaulan dan lingkungan sehingga terkesan tidak punya prinsip. Ikut semua “aturan” komunitas agar diterima dalam komunitas tersebut.

Di kutub lain ada seorang Sam yang tumbuh di pantai dan berjiwa petualang. Orangtuanya sengaja menjauh dari hingar bingar kota dan memilih lingkungan pedalaman Rote sebagai lingkungan latar Sam akan dibesarkan. Karena itulah Sam begitu menyatu dengan alam. Tapi, kemenyatuan Sam dengan alam (serta tinggalnya di pedalaman) inilah yang menyebabkan Happy menganggap Sam kampungan. Sebaliknya, Sam sendiri menganggap Happy sok dan sombong. Hal ini didasarkan pada cara Happy bergaul dengan teman-temannya dan juga cara Happy membawa diri dan memperlakukan Sam.

Terkadang saya merasa relate dengan Happy, namun sering kali dengan Sam. Satu hal yang saya paling merasa relate dengan Happy, sikap Happy ketika bertemu alam pedesaan. Itulah juga yang saya lakukan ketika masih di pertama kali datang ke daerah asal suami saya. and he said, ”Kamu tuh harus tahu cara bersikap. Nggak pantes.”. Ketika itu saya marah besar karena merasa tidak ada yang salah dengan apa yang saya lakukan. Tapi, setelah melihat yang dilakukan Happy dari kacamata Sam, saya mengerti mengapa ketika itu suami saya marah.

Sisanya, saya lebih relate dengan Sam. Saya mengalami pergi ke sekolah dengan menggunakan sendal jepit dan kantong kresek. Bukan karena orang tua saya tidak mampu, tapi karena saya melihat teman-teman saya melakukan hal itu juga. Hahaha. Dan ketika pindah ke kota saat kelas 2 SD, saya mengerti apa yang teman-teman saya lakukan pada saya, dengan melihat pandangan Happy terhadap Sam. Bagi orang-orang seperti Happy, mereka memiliki kualitas lebih dibadingkan orang-orang seperti Sam. Padahal ketika menghadapi kesulitan yang nyata, nyatanya, Sam lebih mampu menghadapinya dengan cara yang lebih baik, tidak seperti orang-orang Happy yang seperti mengandalkan kepemilikannya terhadap uang. Sayangnya, saya tidak punya keberanian dan keahlian yang dimiliki oleh Sam untuk “menghadapi” orang-orang semacam Happy.

 

And I like the song… Welcome back ‘lagu anak’….

Dilan vs Rangga (Gie, I mean…)

Ketika peluncurannya, entah bagaimana, banyak yang melakukan perbandingan terhadap Dilan dan Rangga. Kebanyakan bertitah tentang perlakuan mereka terhadap perempuan. Dan bagaimana sosok keduanya di mata perempuan. Sejujurnya saya merasa perempuan sedikit terekspoitasi. Hahaha. Saya lebih suka melihatnya dari sudut pandang, bagaimana kedua karakter fiksi tersebut memandang beberapa hal yang sejajar.

Dilan merupakan sebuah sosok simbol kemaskulinan yang sangat naif. Dilan menggambarkan kekuatan, keberanian dan teritori. Tidak dapat dipungkuri sosok seperti ini adalah idaman wanita. Sejatinya perempuan bahagia dalam kuasa dan nyaman dalam lindungan. Tak peduli ada kalangan yang melihatnya sebagai penjara. Bahasa mudahnya, “Perempuan seneng digombalin, meskipun dia tahu gombalannya itu bohong”.

Rangga mau tak mau tidak bisa lepas dari Gie dalam pembentukan karakternya. Hal ini juga diakui oleh Riri Riza sang produser dan sutradara “Ada Apa dengan Cinta?”(1 dan 2). Kalau dibandingkan karakter Gie dan Rangga dalam dua film yang berbeda yang diproduseri juga oleh orang yang sama hampir tidak ada perbedaan. Gie yang digambarkan dalam filmnya begitu dingin dan serius seperti Rangga di AADC. Bisa dibilang persis karena diperankan oleh aktor yang sama. Saya sendiri tidak senaif itu ingin menggambarkan karakteristik Gie di kehidupan nyata. Gie menurut saya pastinya memiliki sisi “hore” dalam dirinya. Hal yang ditunjukan dalam buku harian pastilah sisi tergelap dari diri kita. Hal-hal yang tidak mungkin dia tunjukan secara telanjang pada khalayak ramai. Belum lagi gaya menulisnya yang sebenarnya cenderung spontan semakin meyakinkan saya bahwa Gie dan Dilan mungkin bisa disejajarkan. Sayangnya Dilan punya sisi “hore” yang terlalu dominan.

Hal yang paling sama dari keduanya adalah pegangan terhadap prinsip yang begitu kuat. Prinsip Gie tidak perlu diragukan lagi tentunya. Bagaimana banyak sekali quotenya yang berhubungan dengan prinsip masih popular hingga saat ini, salah satunya… “Lebih baik terasing daripada menyerah terhadap kemunafikan”. Sosok prinsipil Dilan sendiri tergambar dengan bagaimana dia berani melakukan protes keras kepada gurunya. Agak rancu memang. Tapi kalau mendengar penjelasan penulisnya dalam berbagai forum, yang ingin disampaikan disana sebenarnya adalah mengenai “kesemenaan penggunaan otoritas”. Ketika yakin bahwa telah terjadi kesemenaan penggunaan otoritas, kita tidak perlu ragu untuk melawan.

Selain itu keduanya adalah sosok anak muda yang dekat dengan sastra. Walau beda aliran. Tapi, sejauh saya hidup. Sangat jarang laki-laki yang punya kedekatan sedemikian rupa dengan sastra. Sehingga kedekatan keduanya bisa jadi barang yang mustahil dalam kehidupan nyata.

Perbedaan cukup ada pada bagaimana mereka memandang sosok perempuan. Seperti telah dibahas sebelumnya, Dilan melihat perempuan sebagai teritori. Dimana harga dirinya ternodai ketika ada lelaki lain yang mengganggu, bagaimana harga dirinya hancur ketika wanitanya tidak bahagia. Gie bahkan punya pandangan yang lebih buruk mengenai wanita. Setidaknya Dilan menempatkan, perempuan dalam kategori yang “cukup (bahkan sangat) berharga”. Yang bisa saya nilai, perempuan bukanlah hal yang penting dalam hidup Gie (mungkin tidak ada yang dia anggap penting dalam hidupnya). Dia menganggap perempuan adalah sebuah tempat istirahat dan bersenang-senang ditengah kejamnya dunia yang disesalinya. Katanya, orang yang paling beruntung adalah orang yang tidak dilahirkan.

Jadi, bila disuruh memilih antara Dilan dan Rangga (Gie, I mean). Tentu saja aku memilih Dilan. Setidaknya perempuan punya tempat, walau bukan tempat sempurna dalam keseimbangan.

Goblin

Meskipun umur tidak muda lagi, tapi tetep gue nggak mau ketinggalan tren. Ada satu drakor yang ngetren gt akhir-akhir ini. Sebenernya gue telat gitu, karena ketika gue mulai nonton, hiruk pikuknya udah selesei gitu. Tapi setelah gue tonton dengan menggunakan wifi warung dengan membeli es teh seharga 3000, tapi bergelas-gelas (2-3 gelas gt deh).

Goblin, sebuah drama fantasi
Drama korea ini bercerita tentang sebuah roh yang berhasil lolos dari kematian karena diselamatkan oleh seorang siluman (Goblin) yang sedang mabuk. Seorang Siluman memang diceritakan memiliki kekuatan ‘menentang’ kehendak dewa. Dia hidup abadi, tidak pernah menua dan tidak pernah mati. Namun, keabadian tersebut merupakan hukuman baginya. Dia hidup dengan tidak tenang. Dia menginginkan kematian. Syarat kematiannya adalah pedang yang menancap secara gaib didadanya harus dicabut. Dan yang dapat mencabut pedang hanyalah ‘pengantin’ (bride) yang telah ditentukan oleh dewa dan ternyata roh yang diselamatkan oleh Goblin dari kematian. Ironisnya, sang pengantin hanya bisa mencabut pedang tersebut ketika Goblin dan pengantinnya sudah berada dalam ikatan cinta yang cukup dalam (istilah yang dipakai dalam film ini adalah CINTA SEJATI atau TRUE LOVE). Di saat itu, Goblin sudah tidak ingin mati, dia malah menginginkan kehidupan, selama-lamanya dia bisa bersama sang pengantin. Konflik terjadi ketika sang dewa berkehendak hanya salah satunya dari Goblin dan pengantinnya yang bisa bertahan hidup di dunia fana ini. Selain itu, terdapat kisah ‘grim reaper’ yang bertugas menjemput roh dan mengantarnya ke pintu kehidupan berikutnya. Dia menjalin sebuah hubungan “bromance” dengan Goblin dan menjalin cinta dengan seorang perempuan yang di kehidupan lampaunya adalah adik dari Goblin.

Logical Fallacy yang ada di dalam “GOBLIN”
Di luar film ini hanyalah sebuah fantasi yang hanya perlu dinikmati, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Sebetulnya banyak sekali hal yang janggal dalam film ini. Jadi, sebagai seorang yang kebanyakan mikir, maka, gue akan menyoroti kejanggalan yang paling berat.

Sebagai seorang beriman, film ini sangat jauh dari keimanan kita sebagai seorang muslim. Selain menunjukan gods (jamak dari God alias dewa-dewi) yang bertentangan dengan surat Al-Ikhlas, juga bertentangan dengan sifat wajib Allah, yaitu Qudrat (berkuasa) dan Iradat (berkehendak). Kemampuan Goblin menyelamatkan pengantinnya dari kematian dan juga takdir ajal yang bisa merubah juga tentunya bertentangan dengan keimanan kita. Ketergantungan takdir ajal terhadap kecepatan grim reaper menjemput ruh adalah hal yang lainnya.

Secara bahasa, kehendak didefinisikan kemauan, keinginan dan harapan yang keras. Dan berkehendak didefinikan sebagai mempunyai kehendak; kemauan, keinginan dan harapan yang keras. Sementara secara kontekstual, sifat Allah, Iradah (berkehendak), mempunyai arti Allah SWT telah menciptakan dan mengatur alam semesta beserta isinya (termasuk salah satunya adalah mengenai ajal makhluk-makhluk-Nya) atas kehendak-Nya sendiri, tanpa ada campur tangan dari pihak lain, Apapun yang Allah SWT kehendakin pasti akan terjadi. Seandainya Allah tidak bersifat berkehendak niscaya bersifat terpaksa (karohah). Allah bersifat terpaksa adalah mustahil karena artinya tidak juga bersifat berkuasa (qudrat). Sementara itu, Allah bersifat tidak berkuasa adalah hal yang mustahil, sebab hal itu akan berakibat lemahnya Allah. Kelemahan merupakan hal yang mustahil dimiliki oleh Allah, karena tidak akan mampu membuat sesuatu sedikitpun.

Maka dari itu, konsekuensinya adalah kapan ajal datang itu adalah sebuah kepastian. Tidak mungkin ada makhluk-Nya yang bisa mengubahnya. Tidak ada makhluk-Nya yang bisa menentang kehendak-Nya. Konsekuensi dari kemampuan menentang-Nya, makhluk tersebut harus memiliki kekuatan yang minimal sama dengan-Nya. Berasal darimanakah kekuatan untuk menentang-Nya tersebut? Bagaimana ada makhluk yang memiliki kekuatan lebih besar dari penciptanya?

#catatanwongdeso #pikiranngacomakkebanyakanmikir