Belenggu

Kalau pun aku harus mati karena sebuah kebodohan
Biarkan aku mati karena pilihanku memilihmu…
Kalau pun aku harus merasa terbelenggu dalam penjara
Biarkan itu karena pilihanku untuk mendukung pilihanmu…
Pilihanmu yang bahkan tidak aku mengerti apa yang ada dalam pikiranmu untuk memilihnya

Biarkan aku dalam kebodohan yang nyata
Belenggu yang paling mulia

260217

Iklan

Aku tidak ingin menjadi Perempuan

Menjadi perempuan ternyata memang sesulit itu…
Sesulit Kartini untuk merasa berhak menyalahkan ayahnya sendiri
Maka dia menyalahkan ibunya bukanlah wanita berada
Sehingga ayahnya bisa sewenang pada ibunya

Menjadi perempuan ternyata memang sesulit itu…
Sesulit menjadi wanita angkut di pasar
Harus mau menanggung beban
Yang sebenarnya tidak pantas ditanggungnya

Menjadi perempuan memang sesulit itu…
Tidak diijinkan untuk mengungkapkan rasanya…
bahkan tak boleh memiliki rasa….

Sungguh aku tidak ingin menjadi perempuan….

Cintaku Butuh Memiliki

Aku… tidak bisa mencintaimu dengan sederhana…
Seperti api kepada kayu… sehingga kayu menjadi abu…
Aku tidak ingin mencintaimu dengan sederhana
Seperti awan kepada hujan… hingga hujan meniadakan awan…
 
Aku tidak sanggup mencintaimu dengan sederhana…

Aku hanya ingin mengabadikan satu detik saja bersamamu….
Aku hanya menghendaki waktu berhenti ketika aku bersamamu….

Atau waktu tidak perlu ada sama sekali…
Maka yang akan ada hanya aku dan kamu…
Tak perlu ada rindu…

Ya…
Cintaku ini tidak sederhana dan butuh memiliki…

Aku harus berpikir agar Aku ada

Sejujurnya saja aku lelah…
Lelah dengan semua ketakutan yang aku alami
Aku bertanya lagi apa yang aku inginkan dalam hidup?
Dan aku tahu jawabannya adalah kamu…

Aku mungkin sama denganmu…
tidak berani mempunyai keinginan
Kamu tidak berani mempunyai keinginan
karena terlalu banyak dikecewakan oleh keadaan dan dirimu sendiri…
Aku mungkin tahu penyebabnya…
Kamu tidak berani menerima konsekuensi dari keinginanmu
Tanggung jawab yang ada di belakang keinginanmu
Karena aku pun demikian…

Hanya saja dalam hal ini…
Aku tidak berani membayangkan aku akan menjalankan skenario terburuk
Aku tidak berani membayangkan aku memberikan kesedihan bagi lingkunganku
Aku tidak berani membayangkan kalau hidupku ini tidak berguna
Aku tidak sadar bahwa ketidakberanian itu malah membuat bayangannya semakin jelas
Aku tidak sadar bahwa semua bayangan itu tidak berguna

Aku harus sadar akan apa yang aku pikirkan
Aku harus berpikir agar aku tetap ada

Seharusnya aku berpikir…
Aku akan berhasil melewati semuanya
Seperti aku berpikir…
Angin akan membawamu kembali padaku

Tidak ingin bersama Elang

Aku mengerti perasaan Langit
Langit yang aku datangi kemarin
Yang membuat aku mengerti perasaan Awan
Kini… ada yang datang padaku…
Seperti aku datang kepada Langit kemarin…

Elang yang kemarin datang
membuat aku mengerti perasaan Langit

Ketika kemarin aku baru bertemu Elang
Elang yang mengikutiku dari belakang
Aku tidak ingin bersama Elang
Meski akhirnya Angin tak membawa Awan kembali
Aku tidak ingin bersama Elang
Walau Elang jauh lebih gagah dari Awan

Mungkin begitu juga dengan Langit
Langit tidak ingin bersamaku
Meski tidak ada Bintang
Meski Langit lakhirnya memilih Bintang…
Tapi bukan karena aku sedemikian buruk dihadap Bintang
Langit hanya tidak ingin bersamaku

Aku juga mengerti bagaimana perasaan Langit
Perasaan bingung bagaimana membuat aku mengerti…
Bahwa dia tidak ingin bersamaku
Bukan karena kurangku
Hanya karena dia tidak ingin bersamaku
Sebuah bisik memberitahunya
Bahwa aku bukanlah orang yang sanggup mengerti dia

Entah mengapa bisikan hati Langit berkata begitu
Dan rasanya begitu tak nyaman berhubungan denganku
Dia tak ingin menyakitiku

Pada akhirnya aku sadar…
Aku mengerti bahwa Langit tidak memilihku
Maka aku sadar bahwa aku hanya dapat melihatnya

Aku berharap Elang akan mengerti dan memaafkanku
Bagaimana pun aku memilih untuk tidak memilihnya
Bukan karena dia buruk
Bukan karena Awan lebih baik darinya
Hanya saja aku tidak ingin…

Kamu akan kembali

Di depanku kini ada seorang pria
Pria yang aku cintai
meski diriku sendiri sudah memaki maki
Semua aspek yang ada dalam dirinya
Dan aku tetap mencintainya
Mungkin benar
kalau cinta memang bisa mengurangi kecerdasan
Sampai lebih bodoh dari batu

Dia bilang, dia tidak pernah berani mempunyai keinginan
Dia tidak berani berharap
Dia terlalu banyak dikecewakan dirinya sendiri dan keadaan
Dia tidak berani mengambil keputusan
Dia selalu menyuruhku yang mengambil keputusan

Tapi satu hal yang membuatku bahagia…
Karena dia sekarang berhasil mengambil keputusan
Dan mampu mengkomunikasikan keputusannya
Dia berhasil merasionalisasikannya
Sehingga kali ini aku menganggapnya sebagai keputusan

Sesuatu yang selama ini tidak pernah dia lakukan
Keputusan yang selama ini
seringkali diambilnya dengan pertimbangan emosi
Bukan perasaan tapi emosi
Sehingga seringkali aku tidak menganggapnya serius
Sebagai sebuah keputusan

Aku mencintainya meski dari sekian banyak permintaanku
Dia hanya bisa mengabulkan untuk menatap mataku
Aku mencintainya meski dia selalu bilang seharusnya perasaan itu bukanlah untuknya
Aku mencintainya meski dia pendek hitam kurus tak terurus
Aku bisa buat daftar yang begitu panjang
tentang semua kekurangannya…
Tapi aku masih tetap mencintainya
Bahkan aku mencintainya meski seharusnya aku membencinya
Aku bahagia meski seharusnya aku merasa sedih
Aku mencintainya

Lagi lagi aku hanya bisa menantang takdir
Seperti apa yang kamu katakan dalam katamu…
Ikuti saja arah anginnya
Meski tanpa kamu sadari
Arah angin selalu membawamu kembali padaku

Berhenti

Aku selalu ingin tertawa jika aku mengingat kamu
Kamu memang telah banyak diperbincangkan di lingkunganku
Karena kamu… Hm… Bagaimana caraku menjelaskannya…
Kamu itu… Mudah disukai pada pandangan pertama
Selanjutnya, kamu agak sedikit menyebalkan… Sulit dipahami…
Dan… Ah,sudahlah…

Aku yang memang biasa saja padamu sedari awal
Aku hanya mengerti mengapa banyak orang terpesona padamu
Tapi aku biasa saja

Ketika kamu menyebalkan pun aku biasa saja
Aku hanya mengerti mengapa kamu bersikap
dan mengapa lingkungan bersikap seperti itu padamu…
Datar

Tapi… kejadian yang kemarin itu lucu sekali
Aku tak menyangka bertemu kamu dalam keadaan
dan tempat yang seperti itu…
Aku merasa semuanya lucu

Sampai akhirnya aku ingin tahu tentang kamu…
Hm… tak kusangka… kamu cukup kompleks…
Sampai aku merasa penasaran akan kamu
Tapi hanya sebatas itu…

Setelahnya…
Aku lama kelamaan menjadi bosan…
Entah karena apa
Mungkin karena akalku masih bisa mencerna semua informasi
Aku sadar betul bahwa aku harus berhenti sebelum ketagihan…

Ya aku menghentikan semua pelibatan emosiku…
Karena aku mulai merasa sesuatu yang sebelumnya tidak aku rasakan…