Catatan ajah (nggak ada orang kotanya)

Udah hampir sebulan aja nih nggak update. Maklumlah sok sibuk…

Banyak hal yang gue pelajari akhir-akhir ini… terutama tentang hal-halnya yang tadinya gue pandang “kok githu banget sih???”

  1. Tentang fungsi gelar pada undangan.

Ini adalah sesuatu yang tadinya ku pikir sebagai ajang kesombongan. Belum-belum lagi apabila kedua pengantin ataupun orang tuanya memiliki gelar yang tidak berimbang. Akan tetapi.. dilain pihak, ternyata gelar adalah sebuah tanda pengenal. Terlebih untuk orang-orang dengan nama yang standar.

  1. Tentang nama yang dituliskan dalam amplop.

Malah ada yang membubuhkan kartu nama. Tadinya saya piker, idih kok pamrih amat, ngasih amplop isinya nggak seberapa juga. Ternyata hal ini dimaksudkan karena… dalam sebuah hajatan yang dating bukan hanya undangan dari satu orang. Ada undangan orang tua, ada undangan mertua, juga ada undangan pengantin sendiri. Hal ini berfungsi untuk menunjukan kepada siapa sebenernya isi amplop ditujukan. Untuk kalangan tertentu yang sudah tidak bisa menyempatkan waktu untuk membeli hadiah, memberikan amplop adalah solusi teroptimal. Kalau amplop tersebut tidak diberi nama, maka akan timbul keragu-raguan kepada siapa amplop ditujukan. Dan si pemberi pun khawatir kalau hadiahnya tidak sampai. Toh, ketika kita memberi hadiah pun, pasti dituliskan dari siapa hadiah tersebut.

 

Maaf cuman nulis segini hari ini…. Masih pening….jetlag….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s