Catatan Ajah (2)

Akhirnya gue menemukan tempat yang asyik buat gue ngautis. Gue udah menemukan lagi ladang aktualisasi gue. Setelah sebelumnya gue sampe kebawa mimpi pengen kabur. Gue sekarang udah bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang biasanya gue lakukan sebelum gue pindah ke… SURUH PABRIK… ya itulah ternyata nama daerahnya… Gue kembali menemukan kenyamanan untuk menunjukan aktualisasi gue. Walau gue berada di… SURUH PABRIK, POLOKARTO (ternyata bukan PULOKARTO namanya – itu diedit ma Mas Suami) yang gue juga nggak tau ini Sukoharjo atau Karanganyar… ya begitulah…

Gue dapet cerita dari mas Suami…. Daerah ini terdiri dari hutan belantara, pertanian padi, pertanian tebu dan pabrik gula. Jujur aja, jiwa petualang gue menelisik. Pengen nyusup-nyusup ke ladang tebu, pabrik gula, perkumpulan petani. Ada yang ber”dakwah” nggak ya disini? (ah iya gue lupa kalo gue nggak bisa bahasa Jawa, gimana juga cara investigasinyahh???) Daerah ini adalah daerahnya PETANI dan BURUH. Ya, empuk banget buat paham K******. Ah, gue kok jadi perempuan sok berani banget ya??? Yang ada pasti dilarang mas Suami lagi.

Ya, mas Suami juga cerita kalau daerahnya dulu memang salah satu daerah pemberontakan yang kemudian “dibersihkan”. Bahkan ada saudara jauhnya (entah sejauh apa, bisa jadi sebenernya adalah saudara sepupu dari ipar dari iparnya orang tua, pokoknya masih saudara) yang terkena operasi “pembersihan”. Dari cerita yang disampaikan mas Suami,

mereka (keturunan dari korban) tidak tahu, tidak mengerti dan tidak peduli negara mau minta maaf atau gimana lah itu atas operasi yang telah dilakukan. Itu hanya keributan tingkat elit.

Hayahhhhh… Mereka hanya butuh meneruskan hidup mereka. Itu saja.

Kalau negara minta maaf dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas hidup masyarakat itu akan lebih baik dan lebih konkrit dalam hemat gue (SOTOY dah).

Coba pikirkan ya buat kalian-kalian yang punya ambisi jadi “pemimpin bangsa”.

Gue mulai bisa melihat sesuatu yang nyata. Yang selama ini cuman ada dalam imajinasi gue. Yang selama ini cuman ada dalam cerita-cerita yang gue baca. Bisa dibilang, disini adalah tempat sangat menarik untuk di-explore, cuman gue belum tahu gimana cara nge’explore’nya. Doakan gue bisa segera menemukan cara untuk explore dan ngebagiin nya buat kalian. Para produk urban, “orang Indonesia”. *kayak ada aja yang bakalan baca*

*Produk urban yang kangen jaringan LTE di daerah dimana lagu-lagu Afgan nggak ada yang relevan*

One thought on “Catatan Ajah (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s