Marah

Tiba-tiba saya menemukan…

Ternyata begitu… ketika marah sebenernya kita kecewa akan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Maka, semacam “unjuk kekuasaan” terhadap hal lain. Semacam… “OK, gue emang nggak bisa mengendalikan keadaan ini. Tapi gue bisa ngendaliin benda ini.”

Saya melihat ini adalah ekspresi kekecewaan terhadap diri sendiri karena tidak bisa mengendalikan sesuatu. Maka dari itu, maafkan dirimu ketika kamu tidak bisa mengendalikan sesuatu. Maafkan “kesalahan” kita sendiri. Pada titik ekstrem kita bisa menyalahkan orang lain. Tapi ini tidak saya sarankan. Karena hanya memberikan perasaan lega tanpa memberikan solusi konkret yang signifikan.

Setelah itu, liat hal tersebut dari sisi positif sebelum dari sisi negatifnya. Berdamai dengan “kebodohan” diri kita sendiri di masa lalu. Toh, ada sisi positifnya. Ketika sudah bisa liat sisi positifnya, selanjutnya kita perlu mengevaluasi sisi negatifnya. Apa yang harus dikerjakan atau dihindari oleh kita agar hal yang membuat kita marah tersebut tidak terjadi lagi.

Sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s