Dunia Media (Episode 4)

Pukul 23.50 dan Gio masih berada di meja kerjanya. Dia sedang mengerjakan laporan evaluasi program yang diproduserinya. Besok dia  harus mempresentasikannya pada atasannya. Hari ini dia ditemani beberapa bawahan andalannya. Ada Fita yang merupakan kreatif andalannya. Ada Diro yang merupakan asisten produksi senior.

“Fit, lo pulang aja. Biar sisanya gue dan Diro yang beresin.”

“Beneran nggak papa nih Gi?”

“Udah sana. Gue nggak mau Fandi komplen sama Mas Sakti. Bilang gue nahan bawahan cewek sampe subuh.”

Sakti adalah komando tertinggi di tempat Gio bekerja. Fandi adalah seorang penyanyi papan atas yang sering kali menjadi pengisi di acara yang ditayangkan oleh tempat Gio bekerja. Tentu saja punya akses pada Sakti. Selama ini sudah menjadi rahasia umum bahwa Fandi memiliki kekasih di stasiun TV tempat Gio bekerja. Gio dan teamnya tau pasti orang itu adalah Fita. Namun, kabar itu hanya diketahui timnya juga sebagai kabar burung. Fita tidak pernah bercerita tentang apapun kehidupan pribadinya. Terlalu banyak urusan dan sedikit waktu. Target yang dipasang tempatnya bekerja sedemikian tinggi. Tak ada ruang untuk mengurus urusan pribadi yang lain. Urusan pribadi sendiri pun kadang tidak terurus. Jadi buat apa mengurusi urusan orang lain. Prestasi Fandi sendiri terlalu baik hingga tak ada ruang bagi pemberitaan untuk mengganggu privasinya. Dia selalu mahir mengelak. Gio pun hanya bercanda saja tentang Mas Sakti. Disamping itu Gio tahu, Fandi bukan tipe lelaki protektif dan Fita bukan tipe perempuan pengadu. Kalau pun memang mereka mempunyai hubungan yang sedemikian istimewa.

“Kan gue udah bilang. Gue udah lama putus sama dia, Gio.”

“Gue n Citra ngeliat kalian berdua nonton loh weekend kemaren.” ini dia yang sebenarnya ingin Gio konfirmasi.

“Itu dia baru pulang dari luar negeri. Abis konser. Wajar donk kalo dia mau syukuran sama sahabatnya”

“Nggak wajar lah. Syukuran kok berdua. Syukuran tuh gelar pengajian, makan-makan rame-rame. Ketangkep kamera lagi baru tahu rasa lo.”

“Gue nggak terlalu peduli juga sih lo mau percaya atau nggak. Ide lo bagus juga sih Gi. Nanti gue sampein.”

“Ide yang mana?”

“soal syukuran. Kalo perlu nanti ditanyangin Live di TV kita ini.”

“Terus nanti yang nerima tumpeng pertamanya elo. Dan karier lo ancur, baru tahu rasa lo.”

Gio tak abis pikir. Sebenarnya hubungan macam apa yang dijalani oleh salah satu anak buah terbaiknya. Fitarani Salsabila. 3 tahun lalu, Fita mengakuinya bahwa dia pernah memiliki hubungan yang lebih dari teman dengan Fandi. Tapi sekarang katanya hubungannya dengan Fandi adalah sahabatnya. Tapi Gio melihat hubungan mereka lebih dari itu. Tentu saja, mantan kekasih yang masih berhubungan, apalagi sebagai sahabat adalah sebuah hubungan yang tidak bisa dipercaya.

Sebenarnya, kekasih Gio, Citra adalah orang yang pertama kali mengenalkan Fita dan Fandi. Citra adalah teman SMP Fita dan teman SMA Fandi. Citra adalah sekertaris dari Sakti. Fandi memang idola Fita. Itulah awal perkenalan keduanya. Yang ternyata berlanjut. Fita merupakan perempuan yang mandiri. Dia sanggup pulang subuh bila memang pekerjaan menuntutnya untuk pulang subuh. Bukan perempuan yang harus selalu ditemani makan siang. Mungkin karena itu, seorang yang sangat sibuk seperti Fandi bisa nyaman dengannya.

***

Hari ini adalah weekend. Rutinitas yang biasa dilakukan Gio adalah pergi ke kantor sebentar. Memastikan anak buahnya yang bertugas hari itu tidak mengalami hambatan apapun. Sekitar 1-2 jam di kantor. Setelahnya dia berjalan-jalan ria bersama kekasihnya.

“Cit, inget minggu lalu nggak?”

“Fandi sama Tara ya?” ah, ya… Fita adalah Tara yang dikenal Gio, Fitarani. Gio tak tahu apakah Tara yang dipanggilnya Fita adalah Tara yang sama dengan Tara yang diperbincangkan oleh Fajar dan Rino. Citra yang teman SMP Fita memang memanggilnya Tara. Aku tetap memanggil Fita, karena semua orang yang baru mengenalnya di stasiun TV ini memanggilnya begitu. Aku tak mau terlihat sok akrab dengannya.

“Hubungan mereka sebenernya kayak gimana sih?”

Citra hanya menggeleng.

“Fita nggak pernah cerita?”

“Tara nggak pernah. Tapi Fandi cerita sama aku.”

“Kok bisa Fandi cerita sama kamu?” ada nada cemburu yang jelas dikata Gio.

“Fandi nanya-nanya githu. Tara orangnya kayak gimana. Ya aku cerita aja apa yang aku tahu. Minta nomor handphonenya Tara lah. Orangtuanya Tara siapa lah. Dan itu udah lama banget. Tapi kalau sejauh apa hubungan mereka, aku juga nggak tahu Gi. Aku kanget nggak kanget sih waktu minggu lalu papasan sama dia. Nggak kaget karena Fandi pernah nanya-nanya ke aku. Cuman aku kaget karena nggak nyangka hubungan mereka udah lebih jauh dari dugaan awalku.”

“Dulu banget donk itu. Mereka kan sempet jadian. Fita ngakunya sekarang udah putus.”

“Kok bisa Tara cerita sama kamu?” gentian Citra yang cemburu.

“Aku yang tanya. Lebih tepatnya ku sidang. Sama Mas Sakti juga.”

“ Kok Mas Sakti nggak cerita ke aku?”

“Kenapa harus cerita ke kamu?”

“Iya juga… kenapa ya?”

Diam-diam Gio berpikir. Kalau memang Tara yang dikenalnya sama dengan Tara nya Rino. Perlukah dia beritahu Rino, bahwa saingannya adalah Alfandi Suryakelana? Penyanyi dengan bayaran tertinggi masa kini. Penyanyi paling popular saat ini. Dari segi mana pun Rino kalah dibandingkan Fandi. Gio tidak setega itu pada sahabatnya. DIa memilih diam.

“Terus akhirnya Tara ngaku kalo dia pacaran sama Fandi?”

“Iya. Dan mas Sakti sebenernya ngebebasin. Asal jangan sampe mengganggu perusahaan. Aku juga nggak mau aja kalo bawahan andalanku kenapa-kenapa. Bisa makin lama naik pangkat nanti akunya.” Gio memang sangat ambisius terhadap kariernya. Mungkin karena itu diumurnya yang masih muda, dia sudah dipercaya menjabat produser.

“Terus akhirnya mereka putus gitu gara-gara itu?”

“Aku nggak tahu dan nggak mau tahu juga mereka putus gara-gara apa. Yang jelas, mereka putus. Tapi masih bersahabat. Agak aneh sih buat aku Cit.”

“Kenapa?”

Terkadang Gio jengkel dengan kepolosan Citra. Tapi kepolosannya ini pula yang membuatnya tahan menjalin hubungan selama ini dengan  Citra. Citra tidak menunutut banyak. Tapi memang terkadang manjanya muncul. Menyinggung ke arah pernikahan. Sebenarnya wajar saja Citra meminta komitmennya. 3 tahun lamanya mereka berhubungan dan tidak ada masalah berarti dari hubungan mereka. Tapi Gio belum berani mengambil keputusan seberani itu. Bukan karena finansial. Dia sudah mampu mencicil rumah yang sekarang dia tempati. Dia hanya tidak ingin kehilangan kebebasannya yang sekarang. Bebas pergi kerja sepagi apapun, pulang selarut apapun. Juga tidak banyak keluhan ketika weekendnya terganggu karena dia harus tetap mengontrol yang terjadi di kantor. Citra selama ini jarang mengeluh. Namun, dia tidak yakin Citra tidak akan berubah.

“Mantan sepasang kekasih yang masih bersahabat, artinya hubungan mereka sebenernya tidak benar-benar berakhir.”

“terus?”

“Takut aja aku. Meskipun agak absurd juga sih apa yang aku takutin.”

***

Ada sebuah surat pengunduran diri di atas mejanya. Fitarani Salsabila mengundurkan diri. Sesaat kemudian dia mendengar kehebohan dari ruang berita selebritis.

“Ada apaan sih?” tanya Gio pada salah satu reporter junior yang panic menuju ruang rapat.

“Bang Gio, kayaknya Diro lupa ngasih tau Bang Gio ya? Ada rapat penting di ruang meeting berita selebritis.”

“Kenapa gue? Gue nggak pernah berhubungan sama artis mana pun lebih dari masalah teknis penyiaran.”

“Alfandi mundur dari dunia nyanyi. Dan Fita, kreatifnya bang Gio, adalah alasannya.”

“Berita dari mana?”

“Mas Sakti.”

Jujur saja, Gio merasa dikhianati. Entah oleh siapa. Sakti, Fandi atau Fita. Saat ini, yang ada dalam pikirannya adalah menemui Mas Sakti. Empat Mata. Kebetulan, saat itu, Mas Sakti belum pergi ke ruang meeting.

“Mas, ada apa ini?”

“Tadi malam, Fandi, Fita dan manajemen Fandi datang ke rumah saya. Minta TV kita jadi counter semua berita yang beredar. 3 bulan lagi mereka akan menikah. Fandi akan pergi ke luar negeri setelah itu dan Fandi mundur.”

“Jadi?”

“Kita harus lakukan pengalihan isu.”

Gio bimbang. Tapi, selanjutnya dia memutuskan untuk memberitahu Rino tentang Fitarani.

“Rin, gue nemuin Tara lo. Namanya Fitarani Salsabila kan?”

“Ya.”

“Dia itu kekasih dari Alfandi Suryakelana. 3 bulan lagi mereka akan menikah dan selanjutnya mereka akan pergi ke tinggal di luar negeri.”

“Alfandi penyanyi beken itu Gi? Lo tahu dari mana?”

“Iya. Alfandi penyanyi paling laris saat ini. Fitarani Salsabila itu bawahan gue. Kreatif andalan gue. Gue minta maaf karena sebenernya gue kenal Tara nya lo dan gue telat ngasih tahu lo. Sewaktu gue kenal deket Tara lo itu, dia udah pacaran sama Fandi. Mereka udah pacaran sejak tiga tahun lalu, Dan gue baru tahu tentang Tara lo itu beberapa bulan yang lalu. Dan sejujurnya gue nggak tega ngasih tahu lo kalo saingan lo itu Alfandi Suryakelana.”

“Bisa gue minta nomornya?” kata Rino. Rino juga tidak tahu apa yang akan dia lakukan dengan nomor Tara kalau dia sudah memilikinya. Apa lagi yang bisa dia lakukan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s