I’m Programmer I have (no) Personal Live (Episode 2)

Fajar mematikan komputernya. Hasil running programnya masih menyisakan ratusan error. Dia harus memeriksa programnya yang ribuan baris dengan ratusan error. Dia lelah. Dia ingin beristirahat sejenak. Menutup mata dalam posisi duduk. 45 menit lagi adzan subuh. Dia tak berani berbaring di kasur. Khawatir waktu shalat subuh berjamaah di masjidnya terlewat. 15 menit lagi dia akan bangunkan istrinya dan berganti giliran menjaga anak mereka sementara dia pergi ke masjid. Setelah pulang dari masjid, barulah dia dapat terlelap. Bangun tidur jam 8 atau jam 9 pagi. Selanjutnya bersiap-siap pergi ke kantornya yang terletak agak jauh dari rumahnya dengan menggunakan motor. Motor yang telah menemaninya semenjak dia duduk di tingkat akhir bangku kuliahnya. Kantornya tidak mematok jam kerja, khususnya untuk jabatan programmer seperti Fajar. Asal pekerjanya memunuhi tuntutan deadline deliverable yang telah disepakati di awal setiap proyek.

Fajar biasanya berdiam di kantor dari jam 10 siang hingga jam 8 malam. Melakukan pengujian terhadap program yang telah ter-compile hasil kerjanya semalaman. Setelahnya melakukan perencanaan pengembangan selanjutnya terhadap perangkat lunak tahap selanjutnya. Dia akan mengerjakannya malam nanti, sambil menunggui anaknya. Kemacetan kota di pagi dan sore hari membuat Fajar enggan berpatisipasi. Itulah alasannya memilih jam tersebut sebagai jam kerjanya. Malam harinya pukul 12-subuh dia kembali bekerja. Bergemul dengan code-code HTML, PHP atau Javascript di depan laptop dirumahnya. Sekalian menunggui anaknya yang sering terbangun di pagi buta. Begitulah hidup seorang Fajar, seorang programmer.

Fajar memutuskan menikah begitu ia meraih gelas sarjananya. Ada seorang perempuan yang membuat dia rela mengkompromikan mimpinya menjadi mimpi mereka berdua. Fitri adalah adik dari teman kuliah Fajar. Fajar berkenalan dengan Fitri, sebulan sebelum wisuda. Tiga bulan kemudian Fajar dan Fitri memutuskan untuk menikah. Sangat singkat. Rino dan Gio terkejut bukan main mendengar sahabatnya menikah secepat itu.

Dalam perjalanan menuju masjid. Fajar sejenak melayangkan pikirannya ke masa SMA. Tentang perasaannya pada Tara. Sejujurnya, dia memang tertarik pada Tara. Tapi hanya sebatas itu. Berbeda dengan Rino yang sangat mendamba Tara. Fajar bisa melihatnya. Karena itulah dia membunuh perasaannya pada Tara. Karena dia tahu, rasa yang dimiliki Rino pada Tara jauh lebih besar daripada rasa yang dimilikinya.

Kisah mereka begitu lucu memang. Fajar menahan diri demi Rino. Tara sendiri menahan diri demi Dian. Dian memang sangat terlihat mendamba Rino. Tapi Rino tak bergeming, yang dia inginkan hanya Tara. Kisah cinta SMA ini terlupakan begitu saja dengan kesibukan Fajar dalam dunia kemahasiswaannya. Belum lagi Tara yang menghilang.

Sesaat setelah Fajar menikah, dia ingin mencari Tara. Untuk sahabatnya, Rino. Fajar tahu, Rino mampu untuk tidak menikah seumur hidupnya hanya untuk menunggu Tara. Atau yang seperti Tara. Tapi harus dia cari dimana?

Tara menghilang begitu saja dari pergaulan teman-teman SMAnya. Entah karena apa. Tara bukan seperti Rino. Tara yang jejaknya bahkan tidak diketahui oleh Dian, sahabatnya. Tadinya Fajar curiga Dian menyembunyikan keberadaan Tara. Dengan ketiadaan Tara, tentu lebih mudah bagi Dian untuk mendapatkan hati Rino. Walau Fajar tahu, Dian tak mungkin menggantikan posisi Tara di hati Rino. Rino hanya ingin Tara atau yang seperti Tara. Walau Dian dan Tara bersahabat, tetapi pribadi keduanya berbeda bagai bumi dan langit. Setelah Dian menikah, barulah Fajar yakin Dian tidak berbohong. Karena Dian tetap tidak tahu dimana Tara.

Pikirannya kembali ke masa kini. Dia sudah berada di depan masjid. Hendak shalat subuh berjamaah. Sepulangnya Fajar dari shalat subuh berjamaah, dia baru terlelap dalam tidur tanpa mimpi. Kalau pun ada mimpi mungkin mimpi tentang coding program dengan ratusan error tadi tiba-tiba tercompile secara bersih. Tanpa Fajar melakukan apapun pada kodingannya. Dia hanya melakukan re-start terhadap komputernya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s