Melupakan Nuri (Episode 3)

Telaga hendak maju menjadi pemimpin tertinggi. Dia sebenernya tidak terlalu ingin akan jabatan. Tapi semua orang menuntut kontribusinya. Entah bagaimana dia masih saja merasa kosong. Dia mulai terbiasa dan menikmati kekosongannya itu.

“Ga, besok ini ada ketemuan sama unit A, B, C, lusa kita ke himpunan F, G, H,…. “ kata Keisya yang merupakan sekertaris tim sukses Telaga.

“Jadi, hari ini kita nggak ada jadwal?”

“Untuk hari ini enggak.”

“Key, Rangga apa kabar? Dia nggak cemburu lagi kan sama gue?”

Memang pernah terjadi kejadian yang lucu. Rangga kekasih Keisya pernah cemburu buta kepada Telaga. Padahal Keisya tahu pasti belum ada perempuan lain yang bisa menggantikan posisi Nuri di hati Telaga. Karena itu pula lah Keisya pada akhirnya memilih Rangga untuk jadi kekasihnya. Hati Telaga sudah terkhususkan untuk Nuri.

“Ya nggak lah Ga… Dia kan udah yakin banget kalo hati gue cuman buat dia.”

“Nuri apa kabar ya Key?”

“Ga, kamu lagi stress banget ya? Sejak Nuri pergi 3 tahun yang lalu. Baru hari ini loh kamu nanyain Nuri. Berarti lo nggak ada cewek lain selama ini tuh karena beneran lo belum ngelupain Nuri?”

 “Emang gue keliatan stress ya?”

“Waktu lo nanyain Nuri tadi, lebih tepatnya lo keliatan sakit jiwa. Hm… Ga, Kak Handi aja udah move on loh. Padahal seluruh kampus kayaknya tahu Kak Handi ngecengin abis Nuri. Kamu… Nuri nya aja nggak yakin kamu suka sama dia. Gue sama Bram doank kayaknya yang tahu lo suka sama dia.”

Telaga memang cenderung tertutup soal wanita. Berbeda dengan laki-laki kebanyakan yang usahanya begitu terlihat ketika menginginkan seorang wanita. Apalagi wanita sekelas Nuri. Setelah putus dengan Puji, tak ada wanita lagi yang bisa merebut perhatian dan hatinya. Perasaannya pada Puji pun sebenarnya tidak ada. Hanya Nuri dan Nuri saja yang bisa merebut hatinya. Dan soal Nuri, hanya kedua sahabatnya yang tahu.

“Gue suka sama Nuri bahkan sebelum tahu siapa namanya.”

“Semacam love in first sight gitu ya Ga? Ou… so sweet banget sih lo Ga… Udah ah gue pulang ya…. Mumpung nggak ada jadwal, gue mau jalan sama Rangga. Rangga nya udah nungguin gue dibawah. Jaga kesehatan dong pak capres Telaga. Makanan yang bener dan tidur yang cukup buat kesehatan fisik dan move on buat kesehatan jiwa…”

Keisya pergi dan meninggalkan Telaga berdua saja dengan Bram. Bram masih sibuk berusaha menghubungi pihak laboratorium yang selama ini tidak pernah disentuh oleh capres-capres sebelumnya. Jadilah mereka apatis terhadap politik kampus. Padahal mereka merupakan salah satu komponen yang amat penting dan mempunyai massa yang cukup besar.

“Bram, lu juga mikir gue sakit jiwa?”

“Masih suka sama seseorang yang sudah 3 tahun lamanya tidak ada kabar sama sekali itu konyol Ga… Lu nggak liat apa cewek-cewek rela ngantri demi dapet perhatian lo…  Mungkin sama konyol sama gue yang masih aja berusaha ngehubungi para ketua lab-lab ini demi lo.” Kata Bram menanggapi.

“Jadi normalnya gue harusnya ngegantiin Nuri dengan cewek-cewek yang rela ngantri itu?”

“Normalnya…. Lu udah nggak pernah berpikir lagi soal Nuri. Itu.”

Si sisi lain, ibunda Telaga mulai cemas dengan keadaan putranya. Setelah Nuri, tidak ada lagi perempuan yang diceritakan Telaga.

“Kakak, gimana kampanyenya…”

“Sedikit stress sih Ma… tapi… Aga nikmatin kok.”

“Sebentar lagi anak Mama jadi pujaan hati banyak perempuan nih…” Telaga tahu pernyataan ibunya akan mengarah kemana.

“Aga belum nemuin yang kayak Nuri Ma…”

“Nuri dimana sekarang?”

“Entah Ma… dia bener-bener menghilangkan jejak.”

“Kak… mungkin nggak kalau Nuri udah nikah?”

“Mungkin banget Ma…”

“Kakak masih mau nungguin dia?”

“Aga nggak nungguin dia Ma… Aga nungguin yang kayak dia… Yang bisa membuat Aga ngerasa tenag. Lagipula Aga sekarang belum pengen cari istri Ma… Mama tahu sendiri kan Aga sekarang lagi sibuk kampanye.”

“Maksud Mama bukan maksa kakak buat cari istri kok Kak… Tapi… Kakak harus mulai lupain Nuri. Kasian istri kakak nanti, kalau di otak kakak masih ada nama Nuri.”

“Iya Ma… Aga ngerti…”

Pesan Keisya, Bram dan bahkan ibunya sama. Lupakan Nuri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s