sudut pandang

Selama ini Aku selalu bercerita tentang kamu. Aku sendiri tidak tahu apakah kamu yang selalu aku ceritakan benar-benar ada. Tapi kali ini Aku akan membuat kamu nyata. Semoga Kamu tidak lagi berpikir bahwa kamu adalah Kamu. Kalau pun memang ada Kamu yang bersedia menjadi kamu, Aku tidak mau Kamu merasa tidak nyaman menjadi kamu. Kalau Aku dan Kamu berbahasa dengan bahasa yang sama. Kamu akan mengerti apa yang Aku maksud dengan aku dan kamu.

Selama ini Aku selalu bercerita tentang aku. Sekarang Aku akan bercerita tentang kamu. kamu selalu menulis tentang aku di buku harian kamu. kamu sebenarnya sudah menyukai aku sejak pertama kali bertemu. pertemuan yang tidak pernah aku sadari. Saat itu aku masih melihat Kamu jauh disana. tanpa Kamu sadari bahwa aku melihat Kamu. Entah bagaimana kamu merasa yakin bahwa aku akan mengerti kamu.

Waktu pun berjalan. aku dan kamu berjalan di jalan masing-masing. aku bahkan sempat bersama dia, sampai aku dan dia merasa tidak ada yang bisa diperjuangkan lagi. di jalan yang lain… kamu sendiri menjelma menjadi seorang yang sangat mudah dikagumi. Atributmu luar biasa. tapi karena itulah kamu menghindari mereka. kamu tidak ingin dilihat dari semua atributmu. kamu sadar itu akan sulit, tapi kamu sangat berharap akan ada yang tidak melihatmu dari semua atribut itu.

Kemudian aku datang kembali dalam hidup kamu. Lewat jalan yang tidak tersangka. kamu pun sudah melupakan aku. kamu tahu tentang aku dan dia secara selewat, dan kamu pada akhirnya mengejar semua atribut yang kau dapat hari ini. walau dengan kamu merasa atribut itu kosong. kamu masih inginkan aku atau dia atau siapapun untuk bisa membuatmu merasa dimengerti.

aku tidak tahu semua atribut kamu. aku jatuh cinta pada sesuatu yang ada pada dirimu. Yang banyak tidak ingin diganggu orang lain. aku malah mengoreknya dalam, tanpa memandang semua atributmu, karena aku tidak tahu. Sampai suatu saat, aku sadari dia telah tergantikan oleh kamu. aku mencari tahu tentang kamu, dan kudapati semua atributmu. aku malah menjadi ragu, adakah aku pantas?

Sementara kamu yang teringat akan aku bertanya-tanya. Apakah aku sudah benar-benar melupakan dia? Apakah tidak lagi ada asa yang aku simpan kepadanya. Seperti asa yang kamu simpan pada aku selama ini. kamu malah jadi meragukanku, adakah kamu hanya pelarian?

aku juga merasa ragu. Adakah memang kamu hanya pelarian? Sampai aku merasa harus berhenti sejenak. aku membebaskan rasa. Rasaku pada dia dan kamu. Biarkan kuasa Tuhan yang akan bermain dalam pertemuan aku dan kamu. Biarkan Tuhan yang bermain tentang hati kamu agar mau datang kepada aku.

kamu juga membebaskan rasa. Meminta semesta mendukungmu untuk datang menjemputku di tempat aku dan kamu kemarin bertemu. Tempat dimana aku dan kamu menyadari adanya pertemuan itu dalam sisinya masing-masing. kamu tidak tahu bahwa aku pun merasa bertemu kamu. Tidak hanya kamu yang  bertemu aku. kamu menunggu waktu dan keadaan yang tepat untuk datang kepadaku. Ketika kamu sudah sangat yakin bahwa Aku memanglah aku dan kamu memanglah Kamu.

Ini lah kisah antara aku dan kamu. adakah kita berbahasa dalam bahasa yang sama?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s