Pengeran Patah Hati

Pangeran hari ini patah hati
Sang putri yang didambanya menikah hari ini
Dengan seorang pendekar
Rakyat jelata kasta sudra
Cemoohmu saat ini di kamarmu

Aku hanyalah seorang dayang
Kasta sudra seperti cemoohmu pada ksatria
Kamu tidak tahu aku selalu menyebut namamu
Dalam setiap doaku
Agar kamu dapat bersatu dengan sang putri
Karena kamu selalu berseri
Ketika menceritakan Putri kepadaku

Aku memang dayang yang ditugaskan
Mendengar semua ceritamu
Dan menjadikan semua berakhir padaku
Aku disumpah raja untuk menjaga rahasiamu

Kita tumbuh besar bersama
Aku mengenalmu
mungkin lebih dari aku mengenal diriku sendiri
Aku tidak berhak mempunyai perasaan apapun padamu
Aku hanya dayang kasta Sudra
Begitulah dogma yang selalu ditanamkan padaku
Mencintaimu adakah sebuah dosa tak termaafkan

Tapi lalu kamu bertanya
“Dayang,apakah kamu pernah jatuh cinta kepadaku?”
Aku hanya menjawab sebagaimana seharusnya
“Apakah aku sebegitu tidak menarik sehingga seorang dayang pun tidak mampu kubuat jatuh cinta?”
Aku tak tahan mendengar pertanyaan kental patah hati itu
Kamu, pangeran dan pahlawanku tidak boleh seperti ini

Akhirnya aku dobrak semua aturan
Tak peduli aku akan dosa tak termaafkan
Yang aku tahu
Pangeranku tidak boleh seperti ini

Memeluk punggungmu
membisikkan rasa di hati yang selama ini ada

Aku menginginkanmu setengah mati
Dayang berkasta sudra ini
Menyimpan mimpi untuk bisa bersanding
Dengan pangeran berkasta satria

Kamu hanya mampu diam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s