Cinta dalam Supernova

Saya pertama kali berkenalan dengan supernova ketika saya kelas 1 SMA. Saat itu, saya lagi seneng-senengnya baca science fiction. Dan… agak syok sama standar nilai moral yang ditawarkan dee. Sejak SD-SMP saya sekolah di sekolah yang agamanya lumayan kuat, walau tahapnya masih pada “knowledge” sih belum “understanding” atau bahkan masih “information”. Tapi, kalau bandingannya nilai moral di bukunya dee itu, BUMI-LANGIT-ATMOSFER-BIMASAKTI banget lah.

Cara bercerita dee yang sangat scientist membuat saya bertahan. Malah saat itulah saya mulai berpikir, “orang pintar, orang baik dan orang benar, bisa jadi bukan orang yang sama.” karena tadinya saya berpikir bahwa orang yang pintar pasti akan berbuat hal yang benar maka dia akan dianggap orang lain sebagai orang yang baik, dan dengan kakunya saya menyatakan hal tersebut adalah sebuah konsekuensi logis. *maafkan aku, aku ingin berbahasa dewa sebentar* *halah-halah*

Kecuali nomor 2 yang sampe saat ini nggak bisa saya cerna isinya dengan baik. Keempat buku lainnya super-duper recommended bagi semua orang dalam rentang usia yang sesuai. Sistem nilai yang ditawarkan dee agak abnormal. Jadi, kalau ada adik-adik SMP-SMA yang mau baca, mungkin butuh pendampingan khusus. *padahal sendirinya juga baca buku pertama kelas 1 SMA. Hehehe…*

Saya baru saja selesai membaca buku supernova yang terbaru, GELOMBANG. Akhir cerita gelombang… hm… lagi-lagi begitu. Selalu ada orang-orang bodoh yang dengan bodohnya mencintai orang yang dia tahu tidak mungkin dia miliki. Entah karena keadaan, entah cinta tidak bersambut, atau karena yang dicintainya begitu berambisi dengan sesuatu yang menurut seseorang saya, ABSTRAK. Dan orang-oraang bodoh itu adalah Ferre, Gio, Mpret, Paul dan Nicky. Nanti akan saya jelaskan kenapa saya bisa bilang kayak githu.

Baiklah. Kasih kesempatan pada saya untuk mencoba cerita satu per satu kisah cinta dalam supernova 1-5.

  1. Dimas – Ruben

Ini dia yang membuat saya yang kelas 1 SMA syok. Saya tahu kalau laki-laki itu bisa-bisa aja suka sama laki-laki lagi, cuman, kalau cerita kehidupan mereka diceritakan secara gamblang, dan dengan sedikit agak menggelikan. Aku masih agak syok githu deh. Tapi ya, saya tetep nggak bisa menerima hal tersebut sebagai hal yang benar. Tapi mulai bisa menerima kenyataan kalau hal tersebut bukan hal yang tidak mungkin ada disekitaran kita. Hanya saja, aku berharap aku dibiarkan tidak tahu saja. Pengetahuan itu terkadang jadi hal paling menakutkan di dunia, lebih menakutkan dari kebodohan itu sendiri.

  1. Rana – Ferre (1)

Kisah cinta Rana-Ferre ini, walau normal secara naluri alami. Tetapi, keadaan yang membuat kisah cinta mereka menjadi rumit. Di akhir cerita, Ferre merana. Dia mencintai seseorang yang lebih memilih kembali ke pelukan suaminya. Ferre adalah orang bodoh pertama dalam rangkaian cerita supernova ini.

  1. Diva – Gio (1)

Diva adalah seorang pelacur. Menurut dia, melacurkan intelektualitas itu jauh lebih rendah daripada melacurkan tubuhnya. Maka dari itu, dia melacurkan tubuhnya. Tapi ada satu yang tidak bisa dijamah oleh semua laki-laki yang membayarnya, bibirnya. Dan dia serahkan pada Gio. Tapi Diva malah menghilang, sampai seri ke 5, belum jelas Diva hilang kemana. Diva mengejar sesuatu yang abstrak, dan meninggalkan Gio yang sangat mencintainya itu. Ah, Diva, kamu itu misterius. Sangat misterius.

  1. Elektra – Mpret (3)

Udah lupa sih cerita detailnya. Yang pasti, Elektra itu cewek yang cuek, sampe-sampe nggak nyadar kalau Mpret sahabatnya sendiri tergila-gila sama dia.

  1. Zarah – Paul (4)

Paul itu sebenernya udah kayak kakak buat Zarah. Agak-agak kayak Mpret githu sih karakternya. Bedanya, Zarah ini agak melankolis. Beda sama Elektra yang cuek. Dia juga punya petualangan cinta. Walau dinilai terlambat oleh teman-teman seusianya di Eropa sana. Ya githu deh pokoknya.

Intinya Paul itu merana banget.

  1. Alfa –Nicky (5)

Nicky… Udah ketebak banget dia naksir Alfa. Hate-love story githu deh. Tsundere. Tapi mereka bersahabat.

Karakter Nicky juga agak-agak mirip Paul n Mpret. Yang ini aku udah bisa menebak githu. Gelombang memang lebih menonjolkan tentang filosofi-filosofi diri yang masuk ke dalam. Hampir setipe sama Akar. Sisi scientificnya nggak kompleks juga kisah cintanya. Biasa-biasa banget.

Dan 3 kisah terakhir DIGANTUNG. Jadinya makin kerasa merana aja deh udah itu tokoh-tokoh. Turut berduka deh pokoknya. Untuk HATI-HATI yang cukup bodoh dalam mencinta.

Hm… manusia memang akan menjadi bodoh karena cinta. Tapi cinta juga yang bisa menerima hal-hal yang tidak terjangkau akal.

How paradox??? Ah, Dee always loves the paradox.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s