Identitas Kesukuan

Selama ini identitas kesukuan hanyalah formalitas. Dahulu selalu ku jawab Jawa Sunda. Tapi sekitar setahun yang lalu aku dimintai tolong untuk menemani keluarga seorang dosen untuk pergi ke sebuah daerah di kawasan pantura jawa tengah. Dan di sana ada yang bertanya,

“Orang mana?”

“Jawa Sunda. ”

Setelahnya aku diajak ngomong bahasa Jawa. Dan aku cuman bengong. Melihat aku bengong, orang yang bertanya seakan meremehkanku (lebay sih, biar dramatis aja) dan sekan berkata, “Katanya orang Jawa, kok nggak ngerti bahasa Jawa.”

Tapi mbok ya gimana lagi. Di lingkunganku sejak aku dilahirkan tidak ada yang mengajakku berbicara dengan bahasa Jawa. Kalau bahasa Sunda aku masih bisa sedikit. Bukan hanya karena bahasa pergaulan di Bandung banyak menggunakan bahasa Sunda, tapi karena dalam keluarga besar ibuku, bahasa sunda masih banyak digunakan. Bahkan di keluarga besar bapakku terkadang ngomongnya bahasa Sunda.

Dan mungkin sindrom identitas kesukuan akan banyak dialami oleh anak-anak dari perantauan apalagi pada generasi keberapanya. Apalagi kalau darahnya udah campur-campur suku sana-sini. bila bertemu orang yang asli dari daerah yang diakuinya sebagai daerahnya. Darah nggak bisa dihilang, namun identitas kesukuan itu akan terasa asing atau dianggap asing.

Dan beberapa hari yang lalu, aku pun bertanya tentang kegalauanku pada ibuku.

“Ma, aku ini sebenernya orang mana? Kalau dibilang orang Sunda, da sebenernya Papa orang Jawa Madiun dan dan Eyang juga orang Jawa Malang, cuman eyang putra yang orang Sunda Purwakarta. Dan kita juga kan gaya hidupnya nggak kayak orang Sunda amat.  Perempuan sunda itu dalam pikiran orang suku lain itu royal (red: boros) loh Ma. Tapi kalau bilang orang Jawa, sejujurnya hati nurani tidak mengakui, lagian bahasa Jawa pasif pun aku nggak bisa. Jadi?”

Ibuku hanya tersenyum dan bilang orang  “Ya udah bilang aja orang Indonesia”

Walau tidak menjawab kegalauanku. Tapi baiklah. Kalau ada lagi orang yang bertanya, aku akan menjawab dengan bangga,

AKU INI ORANG INDONESIA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s