The Godfather

Secara harfiah Godfather berarti bapak baptis. Dalam kepercayaan katolik, bapak baptis adalah seseorang yang sangat dihormati. Selalu dimintai nasehat apabila seseorang mempunyai masalah (mohon koreksi kalo salah). Dalam trilogi film The Godfather, juga diceritakan posisi “godfather” dalam dunia mafia. Mereka seseorang yang sangat dihormati dan dimintai nasehat di dunia bisnis hitam. Banyak sekali yang bisa kita pelajari dari film ini. Sedikit tentang sejarah Amerika (yang ternyata sangat menarik), dan banyak hal tentang hidup dari kacamata pemikiran laki-laki. Tentang harta dan tahta, serta tentu saja wanita.

Pada film yang pertama, bercerita tentang bagaimana Michael Corleone yang sebenarnya sama sekali tidak tertarik terhadap bisnis keluarga yang selama ini dijalankan oleh keluarganya. Terpaksa harus menjadi “godfather” di dunia mafia. Dengan meninggalnya kakak Michael, Sonny, yang sebenarnya sudah disiapkan oleh ayahnya untuk menggantikannya. Dia terpaksa menggantikan kakaknya untuk melindungi keluarganya. Seoarng yang sebenarnya sama sekali tidak tertarik bisnis kotor, tiba-tiba harus menjadi “godfather” di dunia mafia. Tragis.

Film ke dua lebih menceritakan tentang aktivitas Michael yang sudah jadi godfather. Film ini banyak menceritakan tentang kegiatan-kegiatan Michael untuk mempertahankan kekuasaannya, sebagai “godfather”. Dia melakukan pembunuhan demi pembunuhan. Termasuk pembunuhan terhadapa ipar dan kakaknya sendiri. Menyedihkan. Tak lupa digambarkan bagaimana kalangan politikus juga terlibat dalam bertahannya ke-mafia-an ini. Selain itu, ada kalanya alur cerita mundur. Bercerita tentang awal mula mengapa seorang Vito Andolini yang berasal dari Corleone di Italia bisa terlibat dalam dunia mafia di Amerika. Kita bisa belajar sedikit tentang perkembangan sosial, budaya, politik, ekonomi di Amerika.

Film ketiga bercerita tentang bagaimana kekuasaan diwariskan. Dari Michael kepada anak dari Sonny (lupa namanya siapa). Ini juga bercerita tentang penyesalan Michael tentang apa yang telah dilakukannya selama ini. Dan bagaimana akhir yang tragis dari semua cerita disini. Diakhir cerita, aku tak bisa menangis. Karena luka yang basah lebih sakit daripada luka yang kering. Tak perlu menangis.

Hampir seluruh sudut pandang dalam film ini, adalah sudut pandang seorang laki-laki. Mungkin disesuaikan dengan jamannya. Selain cerita tentang harta dan tahta. Film ini juga menunjukan tranformasi pengaruh perempuan dari satu fase ke fase lainnya.

Pada fase pertama, perempuan hanya ditunjukan sebagai pelengkap hidup laki-laki, penyaluran nafsu laki-laki, bahkan malah menyusahkan hidup laki-laki.

Pada fase kedua, perempuan diposisikan sebagai pendanmping, bagaimana istri Michael mendampingi seorang “godfather” walau pada akhirnya tidak tahan. Posisi pendamping itu selanjutnya digantikan oleh kakak perempuan Michael yang suaminya dibunuh oleh Michael.

Pada fase ketiga, posisi perempuan menjadi sangat trategis, ada seoarang perempuan yang sudah bisa berkarier menjadi wartawan dan anak Michael sendiri Marry Corleone bahkan memimpin sebuah yayasan amal.

Ada satu kata yang terus terngiang-ngiang ditelingaku…

“Make your friend close but your enemy closer.”

Aku jadi berpikir… jangan-jangan orang-orang terdekat kita sebenarnya adalah musuh-musuh kita… hm…

2 thoughts on “The Godfather

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s