Republik Demokrat

Mata kuliah umum itu biasanya selalu “menarik” ketika ujian. Lucu-lucu gimana gitu… termasuk ujian yang satu ini.. telat 30 menit, keluar 30 menit lebih awal… bukan karena apa-apa… tapi karena pulpen abis, udah githu nggak bawa type x pula. Jadi mau ngapain?

Tapi itu UTS emang sesuatu banget deh… kata-kata seperti masyarakat kelas menengah, partisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.kata-kata yang nggak pernah terbayang olehku untuk ku tulis di LEMBAR JAWABAN KERTAS UJIAN. Dan itu tertulis. Meski agak nggak nyambung. Kalo berbicara soal uang, Yang aku ingat adalah Amerika Serikat. Yang baru aja punya presiden baru yang lama. Hehe…

Ekonominya memang menganut pasar. Modal adalah segalanya. Uang yang berkuasa dalam kehidupan. Dalam ekonominya. Politiknya demokrasi. Tapi… TIDAK BERISIK. Hanya 2 partai di sana. Demokrat dan Republik. Dikotominya pandangan mereka tentang UANG. Tapi pandangan hubungan antara politik dan uangnya sangat unik. Politik yang digunakan untuk mengatur UANG, bukan UANG yang digunakan mengatur Politik. Di negara kita pada kenyataannya yang kedualah yang terjadi.

Republik yang konservatif. Konservatif, klasik dan kuno adalah hal yang tidak jauh berbeda dalam arti, hanya rasa bahasa saja. Yang ada dalam bayangan saya tentang REPUBLIK adalah… orang-orang bangsawan yang kolot yang terpaksa berevolusi menjadi cukong-cukong untuk tetap bertahan hidup. Atau mereka akan tersingkir dari peradaban Amerika. Lagipula modal yang menjadi dewa di sistem pasar pun mereka punyai. Bangsawan pastilah punya banyak warisan. Mereka tinggal memutar uang warisan mereka.

Dalam klasifikasi sosial kudo hindu, ada kasta ksatria yang kita tau beranggotakan pada bangsawan juga ada kasta waisya yang merupakan kasta masyarakat kelas menengah berbagai profesi, salah satunya adalah pedagang. Mereka pedagang, tapi sebenernya mereka tetap Ksatria yang bertopeng pedagang.

Basis masa mereka adalah para cukong yang benci pajak. Bagi mereka pajak hanya membuat ekonomi terhambat karena uang yang dijadikan pajak seharusnya bisa diputar lagi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dan itu tercermin benar dalam kegiatan politik yang mereka jalankan. Pajak selalu turun ketika republik berkuasa.

Namun, karena pemikiran mereka yang kolot itu. Mereka masih menganggap aborsi dan cinta sesama jenis  sebagai sesuatu yang kurang pantas. Kebangsawan mereka tidak mengijinkannya.

Kekolotan mereka juga yang membuat mereka lebih suka perang, karena MUNGKIN dianggap lebih jantan. Terang-terangan menyatakan kalau “saya butuh minyak kalian, jadi saya akan mengirim tentara untuk mendapatkannya”. Bagi mereka, MUNGKIN, usaha diplomatik itu cengeng.

Demokrat itu lebih moderat, humanis dan sosialis. Waisya yang sebenarnya, MASYARAKAT KELAS MENENGAH yang saya maksud. Ada berbagai orang dari berbagai latar belakang, baik ras dan profesi. Menurut mereka harus adanya pemerataan dari keuntungan yang didapatkan para pengusaha ini. Dan itu dilakukan lewat pemerintah melalui pajak dan lalu disalurkan dalam anggaran pendidikan, kesehatan dll.

Karena kemoderatan mereka, mereka beranggapan seorang perempuan berhak menentukan apakah akan melanjutkan kehamilan atau tidak, tidak ada hak negara untuk mengintervensi. Begitu juga dengan cinta sesame jenis. Mereka menganggap hal tersebut adalah hak individu yang tidak negara tidak berhak mengaturnya.

Karena sebagaimana kata Obama dalam pidato kemenangannya,

“Siapapun kalian, hitam atau putih, homo atau hetero, pengacara atau pengusaha, kalian berhak untuk berhasil di tanah Amerika.”

Karena mereka lebih humanis. Mereka menganggap perang bukannya cara yang beradab. Jadi mereka lebih menyukai intervensi ekonomi terhadap negara-negara sahabatnya, (baca : jajahan terselubung). Dan sebagaimana dikatakan Obama dalam pidato kemenangannya,

“Kita kuat karena kita, bukan karena angkatan bersenjata kita.”

Jelas sudah, Obama tidak akan sekali-kalinya menyerukan perang.

*PikiranOrangGalauTA*

One thought on “Republik Demokrat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s