Sastra

DOA

Tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namaMu

biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mngetuk
aku tidak bisa berpaling

Pertanyaan saya cuman 1, apakah perlu logika untuk menikmati untaian kata-kata puisi karya Chairil Anwar ini?

Pantas saja Umar bin Khatab pun berkata bahwa

”Ajarkan sastra kepada anak-anakmu karena itu dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani.”

Logika perhitungan transaksional dan sebab akibat membuat kita terbatas dalam berpikir. Menjadikan kita takut melakukan kesalahan. Menjadikan kita merasa “pokoknya harus”. Menjadikan kita PENGECUT.

Kita perlu sesuatu yang bebas. Bebas dalam artian yang sebenarnya. Lepas dari satu kerangka berpikir transaksional dan sebab akibat. Agar kita tak jadi PENGECUT.

Mungkin kerangka berpikir itu bisa kita mulai dengan sastra. Tak perlu ada logika transaksional dan sebab akibat. Hanya perlu rasa dan kerendahan hati menikmati kebebasan yang disajikan. Tak ada tata nilai kesopanan karena semuanya indah dalam kata.

Dengan begini kita akan berani berkata. Menyusun kata-kata yang ketika dalam logika transaksional dan sebab akibat tak berani kita katakan.

3 thoughts on “Sastra

  1. dalam kebingungan sastra berbicara ttg rasa,karya,karsa,kasta,jiwa,n alam semesta ini.
    apakah orang yg tdk pnah belajar bisa bersastra?
    plz give me reason!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s