Topik TA? *bukan*

Daripada galau mikirin TA, mending kita nulis yuk. Sebenernya ini topic lama dan memang beberapa kali kubahas. Tapi sebenernya udah lumayan lama nggak kubahas juga sih… *ini apa coba???*

Topiknya adalah… (bukan topic TA, atau… bisakah jadi topic TA???) IMAN. Dan topik ini tiba-tiba saja muncul ketika kemarin bicara ngalor-ngidul bareng Dilah. logika tidak bisa menjangkau iman. Atau bagi para agnostic, iman yang tidak bisa menjangkau logika. Satu yang aku bisa pelajari adalah bahwa keduanya adalah 2 kerangka pemikiran yang berbeda dan saling bebas. Sehingga akan terjadi pemaksaan bila dicarikan irisannya. Dan akan terlihat agak lucu ketika ada pemaksaan-pemaksaan logika. Akan mudah dibalikan ketika kita memaksaan keduanya bersatu.

sebuah kesimpulan yang bisa diambil oleh kita adalah bahwa satu-satunya cara untuk menjadikan iman logis adalah dengan sama sekali tidak melogikakannya.

Dan saya teringat percakapan dengan seseorang, ketika itu saya bertanya, “Bagaimana kita tahu bahwa kebenaran yang kita yakini adalah kebenaran yang benar?”… Dia menjawab dengan santainya, “Ketika kita sudah berada dalam dimensi ruang dan waktu yang berbeda kita baru bisa tahu kebenarannya.” Saat itu agak bingung, tapi dapat kusimpulkan bahwa setelah mati barulah kita bisa tahu apa itu kebenaran sejati. “Lalu?” kutanya lagi. Dia hanya menjawab singkat, “Al-Fatihah 6-7”.

Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula orang-orang yang sesat.

Glek! Aku terhenyak. Doa yang selama ini dilantunkan olehku minimal 17 kali sehari. Ternyata tidak benar-benar aku pahami artinya. Dan mungkin bila aku saat itu tidak bertanya seperti itu mungkin aku tidak akan pernah mengerti apa arti doa dahsyat itu.

Kehidupan yang selama ini mengajarkan padaku bahwa hidup bukan hanya sekedar mau dan tidak mau. Tapi adanya kesempatan. Kesempatan yang datangnya seringkali tidak masuk logika.

Jadi, cukuplah. Otak kiri, jangan serakah. Ada hal-hal di dunia ini yang merupakan bagian otak kanan. Dan Iman dan juga Cinta adalah salah duanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s