Burung itu Mati

Ketika sayap dipatahkan angin…

Burung tak mampu lagi bertahan…

Jatuh…

Jangankan untuk mengejar awan…

Dalam jatuhnya… burung tak bisa lagi berpikir…

Tapi dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya…

MATI…

 

Harusnya dia bahagia…

Tak ada lagi  rasa sakit ini… tak ada lagi kesepian ini…

Tapi sekejap dia ingin bertanya pada jiwa yang sudah tak ada…

Bagaimana rasanya mati…

Adakah ditemukan kebenaran yang tak lagi relatif…

Adakah tidak bertambah sepi di dunia mati…

 

Kalau mati dan hidup sama sama sepi…

Untuk apa perlu mati…

Kalau kebenaran masih saja relatif sesudah mati…

Untuk apa mati???

 

Kini pertanyaannya berganti…

Bukan untuk apa hidupnya…

Tapi untuk apa matinya…

 

Terlambat.

Burung itu terkapar menghantam bumi… dan akhirnya…

MATI…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s