Puisi Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di mirazah
Tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandalawangi

Ada serdadu-serdadu amerika yang mati kena bom di danau
Ada bayi-bayi yang mati lapar di biafra
Tapi aku ingin mati di sisimu manisku
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu

Mari sini sayangku
Kalian yang pernah mesra
Yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas, atau awan yang mendung

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita tak kan pernah kehilangan apa-apa

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda

Makhluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada
Berbahagialah dalam ketiadaanmu…

 

Aku tahu puisi ini sejak kelas 3 SMA. Kembali karena kata-katanya yang keren aku jadi suka, tanpa mengerti artinya. Tapi sangat terlihat bahwa dia berkedudukan sebagai penonton. Penonton kehidupan.

Bait satu. Dia berkata tentang bagaimana manusia menghabiskan hidupnya. Ada yang mengisinya dengan sesuatu yang menurutnya akan di nilai sebagai sesuatu yang baik oleh banyak orang, ziarah ke mekah. Ada yang mengisi dengan sesuatu yang buruk, berjudi di mirazah. Tapi dia mengambil titik tengah. Menghabiskan waktu bersama kekasihnya, yang entah benar-benar ada atau tidak. Entah laki-laki, entah perempuan.

Bait dua. Gayanya sama. Kini bercerita tentang bagaimana seseorang mati. Dan dia inginkan mati di sisi manisnya, yang entah itu apa dan siapa. Dalam sastra nggak penting juga. Semakin tidak di mengerti. Malah semakin baik. Dan dia jujur tentang ketidaktahuannya tentang arti hidup. Dan dia memang salah bertanya. Dia bertanya kepada setan. Agak lucu disini.

Bait-bait selanjutnya hanya jeritan-jeritan prustasi saja. Dan kata pamungkas…

“Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda
Dan yang tersial adalah berumur tua
Berbahagialah mereka yang mati muda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s