Terbang 2

kau seekor burung yang butuh sebatang pohon untuk hinggap membangun sarang…

bukan burung yang hanya butuh burung yang lain untuk juga terbang… begitu juga dia…

burung itu memang yang membuatmu berani untuk terbang… burung itu yang menyadarkanmu untuk terbang…

burung itu yang memberi tahumu akan langit biru… tapi burung itu juga sama sepertimu… butuh sebatang pohon…

One thought on “Terbang 2

  1. Belajar pada Pohon

    Mari coba berkelana bersama saya dalam dunia hutan. dunia yang penuh ditumbuhi dengan pepohonan. ya, pohon, pohon dan pohon. makhluk Allah yang satu ini telah menginspirasi banyak pencari hakikat. banyak orang telah menemukan makna hidupnya dengan hanya bercengkrama bersama pikirannya tentang pohon. begitu menarik dia sehingga sekali lagi kau akan berkata Subhanallah.. maa kholaqta hazda batila, maha suci engkau, tidak Engkau ciptakan ini sia-sia.

    Litatlah apa yang Anis Matta katakan dalam Serial Cintanya!

    cinta itu sempurna seperti pohon;
    akarnya terhujam dalam hati,
    batangnya tegak dalam kata,
    buahnya menjumbai dalam laku.
    Persis seperti iman,
    terpatri dalam hati,
    terucap dalam lisan,
    dan dibuktikan oleh amal.
    (Anis Matta)

    Pohon bermain bersama iman. pohon memberi contoh pada orang yang berteduh di naungan iman. ia mengatakan ‘jadilkanlah imanmu seperti pohon-pohon terbaik, karena kalau tidak kau akan jadi pohon mati. pohon mati seperti iman ada namun tak berbatang. pohon ada namun tak menghasilkan manfaat. keimanan ada di hati tapi tak terealisasi dalam laku, maka jadilah ia pohon tiada guna. atau juga iman hanya di batang tanpa menghujam hati maka jadilah ia pendusta agama. pohon yang sekali tiup langsung tumbang, keropos tanpa akar.

    sering kau dengar kisah pohon-pohon terbaik yang selalu memberi. seperti kalimat “kau melemparku, aku memberimu”. pohon selalu memberi. dalam hujan, ketika panas, musim dingin juga musim panas, dengan berdiri tegak juga dengan raga yang terbelah, dengan daun, juga dengan akar. Pohon selalu mengulurkan tangan pemberian dengan keberadaannya. sehingga tidak heran, Anis Matta mengumpamakan pohon sebagai cinta yang sempurna. pohon adalah cinta yang sempurna, menghujam hati, tegak dalam kata dan memberi dengan segala yang melekat pada tiap inci bagian tubuhnya.

    Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.(QS. Ibrahim :24-25)

    ***

    Ayo, kita susuri sisi lain dari hutan berbulu pohon itu!. kau akan melihat dari sudut cahaya bahwa pohon selalu mengikuti sang pembawa terang, cahaya. satu lagi sikap yang perlu manusia tiru. sifat pohon yang selalu mengikuti cahaya. ia bergerak dengan panduan cahaya, ia bertumbuh bersama cahaya, ia membesar dan meluaskan manfaat dalam naungan cahaya. ia tidak bisa lepas dari cahaya. cahaya akan terus dan selalu mewarnai hari-hari dan bahkan seluruh hidupnya. ke atas menuju cahaya. memberi dengan terus menuju atas. bermanfaat bagi bumi dengan terus menatap cahaya.

    Inilah perjalanan mencari sebenarnya, menjari jati diri dengan berangkat ke atas mengikuti cahaya. mencari kedamaian dalam diri dengan berangkat menuju cahaya sehingga nantinya kita bisa terang-benderang dan menjadi cahaya penerang pembuat pencerahan.

    Dalam perjalanan ke dalam, ada yang serupa antara pohon dengan pencinta kedamaian. Pohon bertumbuh mendekati cahaya. Pencinta kedamaian juga serupa. Dengan keseriusan latihan, suatu waktu hidupnya terang benderang. (Gede Prama)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s