Sedikit tentang Gie

Akhir-akhir ini saya selalu berpikir apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan sejenisnya lagi. Makin lama, makin banyak musuh saya dan semakin sedikit yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas, tapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Apa bukan semacam onani konyol? Kadang-kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian.

(Ini adalah curhatan terakhir Soe Hok Gie pada kakaknya.)

Pertama kali aku mendengar tentang Soe adalah ketika ada sebuah film yang dibuat oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Pertama mendengar saya yakin, pasti rame. Dan memang ketika itu saya SMA kelas 1. Belum mengerti tentang isi film itu, tapi sok-sok ngerti ajalah. Karena memang film itu sangat heroic dan banyak yang tidak kumengerti. Jadinya aja terasa keren.

Kelas 3 SMA. Merasa sudah saatnya membaca buku-buku yang cukup berani (tapi, saat itu belum cukup berani baca bukunya PAT.), kubaca bukunya semakin kutidakmengerti isi pikiran aktivis yang satu ini. Tapi tetap kuanggap keren.

Pertama, karena keteguhannya memegang apa yang menurut dia benar. Lebih baik terasing daripada menyerah kepada kemunafikan.

Saya sendiri masih belum bisa seekstrem itu dalam memegang prinsip atau menunjukan “siapa saya”. Saya masih lebih baik menyembunyikan “siapa saya”, daripada harus kehilangan banyak teman. Kalau semua orang tahu “siapa saya”, saya dapat menjamin, saya tidak akan mendapatkan teman. Maka dari itu, saya sedikit banyak “merasa” mengerti mengapa begitu banyak dan kompleks sebuah sosok bernama Gie. Karena dia menciptakan dimensinya berbeda untuk setiap orang yang dia hadapi, tanpa menghilangkan dimensi utama dirinya.

Namun, bisa dibilang, keberanian saya selama ini terinspirasi oleh keturunan Tionghoa yang sangat nasionalis ini.

Seiring bertambahnya usia, saya semakin mengerti apa yang sebenarnya apa yang Gie pikirkan. Apa yang Gie ingin sampaikan. Apa maksud dari apa yang dilakukannya.  Dan mungkin saya bisa merasakan, apa yang dirasakannya.

Aku tahu kutipan di atas sejak lama. Namun, aku baru mengerti akhir-akhir ini. Dan merasa mengerti bagaimana rasanya. Apakah memang aku sudah pada titik yang sama dengannya? Titik dimana dimensi waktu ini akan berakhir. hm…

One thought on “Sedikit tentang Gie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s