Kita Berbeda kecuali dalam Cinta

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut yang dulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher ke meja ku
Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah Mandalawangi

Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian pagi ini menjadi dingin
Apakah kau masih membelai ku semesra dahulu
Ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Ku dengar detak jantungmu Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang tak kan pernah kutahu
Dimana jawaban itu
Bagai letusan merapi
Bangunkan ku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

Soe Hok Gie

Sewaktu pertama kali saya mendengar puisi ini dibacakan oleh pemeran Gie Nicholas Saputra. Jujur, aku hanya hanyut oleh pembacaannya yang menghanyutkan. Juga memang rangkaian kata nya punya cita rasa tinggi. Saya menikmati semuanya, tanpa berpikir lebih jauh tentang makna yang terkadung di dalamnya.

Puisi ini bercerita tentang sebuah kejenuhan cinta. Karena saya masih kecil, saya hanya memparadigmai kata CINTA dengan persahabatan atau hubungan dengan ortu, adik dll. Dan… satu lagi kata ajaib. UKHUWAH.

Memang akan ada masa yang telah kita ketahui. Masa dimana semuanya menjadi biasa. Semua perhatian itu tak lagi terasa istimewa.

Apakah kau masih selembut yang dulu? Mungkin masih selembut dulu. Tapi kita sudah terbiasa dengan kelembutan itu.

Apakah kau masih membelai ku semesra dahulu
Ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Ku dengar detak jantungmu

Mungkin masih semersa dulu…  Mungkin masih juga hal itu dikatakan… namun semua terasa hambar, karena kita telah terbiasa.

Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Berbeda dalam segala hal seperti kayu dan api…  ada masanya kita saling mencinta seperti kayu dan api… hingga terlena dan tanpa sadar kita telah menjadi abu…

2 thoughts on “Kita Berbeda kecuali dalam Cinta

  1. akhirnya kamu kembali, na..🙂
    itulah kenapa yang namanya cinta itu ga boleh antara dua orang aja. Mesti ada Allah di tengah-tengah..

    mencintai yang dicintai oleh yang tercintai, adalah bagian dari mencintai yang tercintai..
    makanya cintanya ga abis-abis..
    hehehe (semoga bisa dilaksanakan)
    ayo, terus menulis..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s