Salah

Lagi-lagi kesalahan bodoh dilakukan oleh seorang saya dalam sebuah kuis. Dan itu adalah sebuah kesalahan yang SANGAT BODOH. Dan saat itu pula saya merasa sebagai seseorang yang SANGAT-SANGAT-SANGAT BODOH…  Tapi, tidak ada gunanya lagi menghakimi diri bodoh. Saya tahu saya ini bodoh dan saya ingin jadi pintar. Ayo SEMANGAT…

Hidup ini tidak sempurna. Akan ada masanya, kita melakukan kesalahan. Itu adalah konsekuensi dari kehidupan. Dan kesalahan yang sudah berlalu sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa lagi diubah. Lalu apa? Di sinilah yang membedakan  akhir dari setiap orang.

Ada yang tidak mau tahu kesalahannya apa, ada yang menghakimi dirinya habis-habisansampai mengambil tindakan-tindakan ekstrem dan ada yang bersikap seperti penemu ribuan paten, Thomas Alfa Edison, “Saya bukan gagal. Hanya menemukan jalan yang salah. Dan saya tidak lagi akan menempuh jalan itu.”

Terkadang lingkungan begitu kejamnya menghakimi orang-orang yang menemukan jalan yang salah sebagai orang yang gagal. Padahal dia hanya menemukan jalan yang salah. Pada akhirnya, dia akan tahu jalan yang benar. Dan itu bukan sesuatu yang bodoh.

Kebodohan yang sebenarnya, adalah orang yang tahu bahwa itu adalah kesalahan namun tak mau keluar dari jalan yang salah itu. Ini hal yang berbeda dengan orang yang memang tidak merasa atau tidak tahu bahwa jalan itu salah. Dan masalah benar dan salah, hanya kau yang bisa tentukan sendiri. Kau bukan lagi anak balita, kau sudah baligh seharusnya sudah bisa bedakan mana yang benar dan salah.

Tatanan sosial pada lingkungan kita kebanyakan  member penghakiman yang cukup kejam pada orang-orang gagal. Dianggap bodoh, dianggap teu bisaeun, dianggap payah. Dan orang yang dinilai gagal itu pada akhirnya benar-benar gagal.

Padahal belum tentu pula kita tidak akan menemukan jalan yang salah yang sama dengannya. Maka pelajari mengapa ia bisa menemukan jalan yang salah. Dan hargai dia sebagai seseorang yang telah memberi tahu kita bahwa itu, ada sebuah jalan yang salah.

Banyak hal-hal aneh yang saya dengar. Banyak yang bilang… “Kalau di Jepang, Menteri yang gagal akan mengundurkan diri.” Padahal menteri itu bisa saja bilang… “Kalau di Jepang rakyatnya tidak rewel seperti di Indonesia, rakyatnya tertib dan tidak riweuh seperti di Indonesia.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s