Alur Baku Kaderisasi

Dipesenin buat ABK (Alur Baku Kaderisasi)…

Jadi merasakan sulitnya membangun sebuah sistem… hm…

Nilai-nilai yang selama ini terlalu mengawang-ngawang dan cenderung sebenernya nggak dipake waktu bikin proker. Saya nggak ngerti apa yang salah di sini. Mungkin budaya yang hanya berpatokan pada warisan. Artinya memang kaderisasinya sebenarnya tidak berhasil. Hanya perputaran proker yang saya rasakan kosong nilai.

Bahkan saya merasa tidak berhasil mengkader diri saya sendiri di sana. Ya, saya pun tidak lebih baik dari yang lain. Bahkan mungkin jauh lebih buruk dari yang lain. Karena tidak berbuat apa-apa. Ini adalah salah satu alasan mengapa saya tidak lagi ingin ada di sana. Tidak bisa memberi manfaat yang lebih untuk yang lain. Bahkan tidak untuk diri saya. Kalau sudah begini apa lagi yang saya cari?

Hm…

Memang karakter seseorang akan sulit diubah. Apalagi dengan karakter yang telah terbentuk sejak pendidikan dasar.

Ini sesuatu yang benar. Tapi, hari ini, ada masalah yang ada di hadapan kita adalah ini mahasiswa-mahasiswa yang kemauan “belajar”nya udah hamper mati termakan ketamakan pragmatisme dunia pendidikan mau diapain???

Yang bisa dilakukan untuk saat ini adalah. Si mahasiswa-mahasiswa ini setidaknya punya kesadaran bahwa apa yang selama ini dicekokin dari SD itu salah. Mereka harus punya keinginan untuk berubah.

Baiklah… saya hanya mencoba menyusun ABK versi saya.

Nilai :

1.       Kebersamaan dan keberterimaan.

2.       Keyakinan akan jurusan informatika.

3.       Kejujuran terhadap diri sendiri.

4.       Kemauan untuk menjadi lebih.

5.       Berpikiran integral dan visioner.

Hal yang pertama kali harus dilakukan oleh seorang untuk dapat “belajar” adalah kenyamanan. Kenyamanan dengan lingkungannya belajar. Kebersatuannya dengan lingkungan dimana dia berada.

Setelah itu dia harus mengetahui tentang apa yang dia pelajari. Bukan sebatas apa ilmu tersebut tapi juga bagaimana ilmu kita bisa berkontribusi untuk dunia dan perbaikannya. Apa kontribusi ilmu kita untuk keberlangsungan alam yang kita tinggali diantara ilmu-ilmu lainnya.

Nilai ketiga sudah ditujukan untuk jenjang selanjutnya. Pasti ada seleksi alam. Ini adalah sunatullah. Nilai ini diterapkan untuk tenaga-tenaga yang nantinya akan melakukan kaderisasi. Kejujuran terhadap diri sendiri. Artinya mereka harus mengenal diri sendiri utuh seluruh. Jujur pada diri sendiri, apa kelebihan dan kekurangannya.

Ketika mereka jujur pada dirinya sendiri akan apa yang kurang pada dirinya dan mempunyai keinginan untuk menjadi lebih. Tentu meraka akan meningkatankan kualitas mereka secara mandiri. Tidak bergantung pada yang lain.

Yang terakhir adalah integritas dan kemampuan berpikir visioner. Mereka harus sadar betul bahwa apa yang dilakukannya hari ini tidak akan menyajikan hasil besok, tapi bisa saja 20 tahun yang akan datang. Sehingga tercipta sebuah integritas yang tidak hanya berpikiran pendek, bagaimana proker berjalan tapi juga bagaimana proker itu berefek. Tidak hanya sekedar membuat event tapi membangun sebuah peradaban.

Tapi masalahnya… pertanyaan yang selanjutnya timbul adalah…. tenaga-tenaga yang sekarang akan menjalankan sistem nilai ini pun. Tidak dikader dengan goal setting seperti ini.

Uh, lingkaran setan. Bagaimanakah cara memutusnya? Hm… ada masalah baru ternyata…

Ternyata… ini bukan hanya masalah sistem. Namun masalah budaya…

4 thoughts on “Alur Baku Kaderisasi

  1. Komen pesenan🙂

    Saya pernah nulis soal pengaderan ( kaderisasi bukan kata yang tepat secara KBBI ya😦 ) dengan sudut pandang mahasiswa, ruang mahasiswa, dan waktu mahasiswa. Dalam artian, bertindak seoptimal mungkin, dalam satuan ruang dan waktu terbatas.

    Coba dikembangkan lagi Aina, di atas itu masih di arena ide(ologi) dan prinsip. Urutanya adalah :

    Ide(ologi) – Prinsip – Strategi- Fungsi – Instrumen. Kalau sudah sampai ke instrumen, berarti siap eksekusi. Instrumen sudah detail ke aspek evaluasi juga ( falsifikasi ideologi).

    Coba bikin pemodelan deh Aina, habis itu, pecah dalam satuan angka dan waktu, biar lebih terukur.

    Ini tulisan lama saya : http://www.goodreads.com/story/show/1552-kaderisasi-sebuah-kebutuhan?chapter=2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s