Bumi Manusia

Karya dari seseorang yang separuh hidupnya berada dalam tahanan. Bukan karena mencuri, membunuh atau kriminalitas orang pasaran lainnya. Tapi karena dianggap melawan penguasa. Menentang kebenaran yang naif, kebenaran yang ingin dipakemkan oleh para penguasa. Pramoedya Ananta Toer.

Menjadi pesakitan di negeri sendiri. Namun, bukunya begitu dihargai di dunia internasional. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Banyak. Dan biasa. Seperti halnya tokoh demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi. Dia ditahan di negeri sendiri. Namun, dukungan terhadapnya dari dunia internasional begitu banyak. Buka mata kalian. Ini sesuatu yang sangat biasa dalam kehidupan yang liar ini.

Reviewnya membuat aku terpana. Semakin dibaca, semakin aku tertarik. Semakin aku mengerti mengapa buku ini dilarang. Namun, semakin tidak mengerti mengapa buku ini diberi begitu banyak penghargaan.

Mengapa buku ini dilarang? Karena menstimulus kita untuk melawan penguasa. Dengan keadaan orde baru waktu itu, tentu buku ini sangat berbahaya. Temanya adalah PERLAWANAN. Perlawanan, perlawanan, perlawanan. Meski kita tahu, kita akan kalah. Kita akan kalah terhormat karena kita MELAWAN. Dan tentu akan berbahaya untuk orang yang berkuasa, siapapun dia.

Sebenernya yang dilakukan pemerintah saat itu tidak salah, untuk menjaga stabilitas dinamika sosial. Karena dari stabilitas inilah pembangun di segala bidang berkembang pesat. Memang diperlukan tindakan “tegas” seperti ini. Namun, untuk saya pribadi, saya akan sangat merugi jika saya tidak membaca buku ini. Bersyukur untuk terjadinya reformasi 98 dan bravo buat pak Habibie yang membukakan kemerdekaan mendapat informasi ini.

Dan saya bingung. Mengapa buku ini dapat penghargaan. Apakah memang setinggi itu peradaban Eropa? Karena ketika kita bertanya siapa yang diperangi dalam buku ini? Jawabnya adalah Eropa, tepatnya Kolonial Belanda. Tapi, ketidak kita bertanya, apa yang diperangi dalam buku ini. Dan itu adalah KETIDAKADILAN. Ketidakadilan kolonial Belanda terhadap pribumi. Dan mereka bisa melihat ini.

Namun, saya mengerti letak kebahayaan dari buku ini. Banyak menyalahkan Tuhan. Agama yang dianut tokoh nggak jelas. Yang menulis memang kemungkinan atheis dan memang sewaktu komunisme masih berjaya, dia memang salah satu tokohnya.

Tapi… saya buktikan, saya tetap bisa belajar banyak hal dari seorang atheis sekali pun.

Jadi….

Apakah benar itu…

(for all x)(for all y) penguasa(x) and rakyat(y,x) and nurut(y,x))

Atau…

(for all x)(for some y)(if sesuatu (x) then untung(saya(y)))

Atau…

silahkan formulasikan nilai kebenaranmu sendiri…

2 thoughts on “Bumi Manusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s