Takdir…

Sebenarnya saya kurang suka membicarakan ini…

Tapi… tak apalah…

Dalam perspektif saya yang tidak tahu apa-apa ini. Saya masih berpikir bahwa takdir itu pasti. Tidak akan bergeser barang sedikit. Karena tidak ada sesuatu yang akan terjadi tanpa izinNya. Ketika itu terjadi, maka itulah takdirNya.  Yang terbaik bagimu, jika kau menyikapinya dengan sikap terbaik.

Saya sering menemukan orang-orang yang berusaha lebih keras dari saya. Tapi, hasil yang di dapatnya lebih tidak lebih baik dari apa yang saya dapat. Jadi, dimana letak keadilannya? Huhu… saya kan tukang tidur waktu pelajaran Fisika. Tapi saya dapet A. Sedangkan, orang-orang yang bisa jadi berusaha lebih keras, tidak mendapatkan hasil sebagus saya. Sama sekali tidak bermaksud sombong.  Tapi, apakah yakin, nilai A saya, bernilai A juga dihadapanNya? Mungkin tidak. Mungkin, orang yang nilainya tidak sebagus saya itu punya nilai yang lebih bila dia bersyukur dengan takdirnya itu.

Kita di nilai atas pilihan-pilihan kita. Pilihan itu ada di persiapan, di proses juga di hasil. Contoh mudahnya adalah ujian. Sesuatu yang kualitatif memang sangat relatif dan subjektif. Sistem nilai manusia  sangat rapuh menilai ini.

Di persiapan, apa yang kita lakukan sebelum ujian? Apakah belajar sungguh-sungguh, memperhatikan dosen secara seksama, atau malah bikin notes, ups!

Di proses, maksudnya adalah saat ujian itu terjadi. Apakah kita menjawab dengan jawaban yang kita dapat dengan cara halal atau syubhat. Kalau masalah usaha, orang yang nyontek pun bilang itu usaha. Hm…

Di hasil, setelah hasilnya keluar. Dan nilai kita ternyata lebih buruk dari pada nilai orang yang kita pikir tidak berusaha lebih dari kita atau kita menilai nilai kita kurang sesuai dengan apa yang telah kita usahakan. Apa yang kita lakukan?

Di sinilah kita di nilai olehNya, oleh sistem nilai yang paling sempurna….

 

For my lovely sister Aidatunisadina Linazizah…

5 thoughts on “Takdir…

  1. Takdir.. ya ya ya…
    Yang sudah terjadi itulah takdir..
    yang belum terjadi itu tergantung kita saat ini..
    mana yang mau kita pilih..
    jd takdir itu meliputi semua yang baik dan buruk..
    ini erat kaitannya dgn Lauhul Mahfudz..
    semua sudah tertulis, layaknya code dalam sebuah game. Dimana tokohnya bisa bergerak kemana saja sesuai keinginannya.
    itu hanya sebuah game, bagaima dg manusia ? *gk bs bayangin..

    semua ini terjadi pasti ada sebab-sebabnya.. dan sebab2nya itu sgt banyak..
    layaknya code if.. then .. else .. yang bersarang dan kombinasi or atau and yang jumlahnya sgt banyak..

    seperti kt Aidh Al Qarni, masa depan itu belum diciptakan..
    dia masih berada dlm keagaiban. Kita sendiri lah yang menentukan pilihan. Namun kebaikan dan keburukan yang terjadi itu tetap dalam naungan izin dariNya.

    oleh sebab itu semua itu adalah pilihan kita..
    seperti dlm qur’an..

    ‎”Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.”(Q.S. 17 Al-Isra’: 36)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s