Katanya Demokrasi…

Apa yang salah…

Banyak yang berbicara tentang demokrasi. Bilang demokrasi adalah ini. Demokrasi adalah itu. Semua orang punya pendapat. Dan kita tidak hidup dibawah rezim. Jadi, silahkan berpendapat.  Dan seorang pelajar pastilah telah adil sejak dalam pikiran. Dia tidak akan berbicara tentang apa yang tidak diketahuinya. Jadi, bicaranya adalah sesuatu yang memang diketahuinya. Salah benar itu hanyalah sistem nilai yang digunakan.

Ada beberapa yang bilang… jika demokrasi adalah musyawarah maka demokrasi adalah islam. Jika demokrasi adalah suara terbanyak, itu bukanlah islam. Mana mungkin 1 orang pembunuh memiliki hak yang sama denga 1 orang ulama. Kenapa saya merasa ada rasa ketakutan akan sebuah hegemoni? Sesuatu yang tidak perlu, bila memang yang dibawanya adalah kebenaran.

Lagi pula, bukankah ulama masih lebih banyak dari pembunuh? Aku masih optimis akan hal ini. Belum tentu pun seorang ulama itu mempunyai posisi lebih tinggi dari sang pembunuh dihadapanNya. Semua sudah terserah Dia, kalau sudah masalah benar dan salah. Baik dan buruk hanyalah ukuran manusia yang mencoba  membangun sebuah sistem nilai. Sistem nilai yang rapuh, tidak seperti sistem nilai yang dimilikiNya.

Secara bahasanya sendiri demokrasi yang berasal dari bahasa latin demokratia yang berarti pemerintahan rakyat. Ya, rakyat telah pintar dan ingin memimpin. Mereka jengah dengan kelakuan para ningrat yang terus membodohi mereka. Jengah dengan para raja yang mengaku titisan dewa, namun berkelakuan tak beda dengan setan. Feodalisme runtuh. Tepatnya orang-orang pintarnya kini berganti. Selama dunia masih berputar, roda kejayaan suatu kaum akan terus berputar.

Tentang pemisahan antara kepercayaan dan kehidupan Negara.

Ini salah. Ya, saya senada. Lalu dimaki-makilah itu sesuatu bernama sekulerisme tanpa tahu mengapa itu sampai ada. Tahukah? Hamba pun tak tahu baginda. Hamba hanya mencoba menganalisisnya.

Selama itu penguasa yang ada selalu berkata, “Aku adalah titisan Dewa.”. Dan itu dijadikannya legitimasi untuk melakukan apapaun. Kekuasaan tanpa batas. Berasa menjadi Tuhan.

Pastilah masyarakatnya trauma dengan penyatuan sistem kepercayaan dan sistem kekuasaan. Ini sudah menjadi tiran bagi mereka sekian lamanya. Jadilah mereka memisahkan keduanya. Mereka takut kembali di bodohi oleh sistem kepercayaan mereka yang memang sangat kuno, tak berdasar dan rapuh. Maka, mereka memisahkan keduanya.

Sistem kepercayaan yang dibuat oleh manusia yang bodoh. Hanya untuk memenuhi kebutuhannya berTuhan. BerILLAH. Yaps, berTuhan memang kebutuhan manusia. Namun, tak semua manusia diberikan nikmat berTuhan padaNya. Yang Maha Esa dan Maha Segalanya.

Tidakkah Islam berbeda? Bahwa Islam adalah agama milik Ilahi. Agama yang turun langsung dari Tuhan. Bukan buatan manusia. Agama yang paling sempurna dan menyeluruh.

Tidak rentan. Tidak bisa dijadikan sebagai alat kekuasaan. Agama ini tidak bisa menjadi legitimasi sebuah kebejatan perilaku politik penganutnya, juga tidak bisa dijadikan sebagai penghalang perbaikan yang hendak dilakukan. Kita hanya diperintahkan untuk menaati pemimpin yang menaatinya. Itu saja. Apabila tidak, kita ingatkan. Bila diinjak, lawan.  Jangan hanya diam. Jangan takut terhadap hegemoni. Bila memang yang kita perjuangkan adalah agama dari Sesuatu yang Paling Berkuasa di jagat alam raya ini. Apa pula yang perlu ditakutkan?

Dan kita hanya diperintahkan untuk berusaha. Meski tidak menang. Kita telah melawan. Sebaik-baiknya. Sehormat-hormatnya.

Maaf jika menyinggung sedikit masalah yang sangat sensitif…  masalah keTuhanan… Sesuatu yang pada komitmen awal tidak ingin saya bahas.

“Tidaklah engkau berbicara dengan suatu kaum dengan bahasa yang tak terjangkau akal pikiran mereka kecuali akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka” ( HR. Muslim)

One thought on “Katanya Demokrasi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s