Hanya sebuah dialog dengan diri sendiri…

“Baru sekarang kami merasa dianggap ada…”

definisi keberadaan itu apa?

apakah berkuasa???

atau diperhatikan oleh yang lebih berkuasa?

hm…

ini adalah pertanyaan yang kupertanyakan pada diriku sendri…

bukan karena aku merasa itu adalah sebuah kesalahan…

tapi hati dan pikir ini kurang bisa terima definisi itu…

sudahlah…

jadilah seorang oportunis…

bukan…

plagmatis… pragmatis…

bukan…

hanya diplomatis…

hm…

kalau memang menjadi idealis hanya akan menjadikanmu gelisah dan bingung…

jika memang kebohongan bisa ciptakan ketentraman…

mengapa tidak???

kejujuran yang tidak tempat…

akankah itu jadi sebuah kebaikan?

lagi pula bukankah di dunia ini tidak hanya ada hitam dan putih?

manusiapun tidak sebodoh komputer yang berpikir diskrit…

yang hanya tahu angka 1 dan 0…

resah bukanlah sesuatu yang buruk…

hanya saja…

itu jadi menjadikanku tidak produktif….

ya sudahlah…

aku menyerah…

sebenarnya sudah lama aku menyerah…

hanya hati dan pikir ini belum terima untuk kalah…

ya sudahlah…

seseorang_yang_sangat_ingin_untuk_akrab_dengan_dirinya_sendiri…

2 thoughts on “Hanya sebuah dialog dengan diri sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s