Abstraksi Cinta… Abstraksi Iman…

Dalam dunia per-software-an, abstraksi adalah proses dimana benda/prosedur yang konkret menjadi abstrak berupa desain yang siap untuk diimplementasikan. Bagi seorang programmer bahkan hasil abstraksi lebih konkret. Lalu, mengapa disebut abstraksi bukan konkretisi? Karena di dunia ini lenbih banyak orang yang tidak mengerti desain perangkat lunak. Bagi mereka desain perangkat lunak itu ABSTRAK.

Saya akan memposisikan diri sebagai programmer. Cinta dan Iman sebagai benda/prosedur. Saya akan mencoba mengabstraksi Cinta dan Iman. Yang bagi banyak orang lebih bisa dimengerti Cinta dan Iman, daripada hasil abstraksi saya.

Ada objek Cinta. Dia mempunyai atribut yang dicinta yang tidak boleh berisi NULL, status yang boleh berisi NULL, dan alasan yang tidak boleh berisi NULL. Methodnya meminta perhatian, ketergantungan, berharap. Yaps. Kira-kira begitulah abstraksi Cinta.

Kini ada objek Iman. Dia mempunyai atribut yang diimani yang boleh berisi NULL ketika belum ditemukan, status yang boleh saja berisi NULL, dan alasan yang boleh berisi NULL. Methodnya percaya, yakin, berharap. Kira-kira begitulah abstraksi Iman.

Walau pun Iman dan Cinta itu sama-sama tidak masuk logika. Tapi keduanya berbeda.

Atribut yang dicinta tidak boleh berisi NULL. Artinya, Cinta jika yang dicinta tidak ada, cinta itu tidak akan ada. Status boleh jadi berisi NULL. Cinta itu tidak butuh tali, walau tetap perlu kepastian. Tapi Cinta butuh alasan. Entah itu alasan fisik, alasan merasa diperhatikan –walau sebenarnya tidak begitu-, tertarik dengan kepribadian, bahkan tertarik dengan harta atau hutang budi. Semuanya bisa jdi alasan cinta. Cinta tidak masuk logika karena alasan yang menjadikannya seringkali konyol. Ya. Begitulah memang Cinta.

Pada Iman, atribut yang diimani boleh NULL. Yaps. Tanpa kita tahu apa yang kita imani, tanpa mengenal apa yang kita imani, Iman bisa tetap ada. Tentu saja cinta tidak begitu. Status pun boleh jadi NULL. Karena yang berhak menstatusi iman kita hanya Tuhan. Boleh saja kita menstatusi diri beriman pada Allah dan Rasulnya, walau sebenarnya tidak sepenuhnya begitu. Atau boleh saja kita bilang bahwa kita tidak punya Tuhan agama apapun,padahal kita beriman pada rabb (Tuhan) nya manusia, malik (Raja) nya, walau tidak sebagai Illah (sesembahan) misalnya. Dan alasannya juga boleh NULL. Sampai mati pun mungkin kita tidak tahu apa alasan kita beriman pada sesuatu. Karena memang manusia akalnya terbatas.

Karena itulah, Iman itu berbeda dengan Cinta. Manusia bisa hidup dan mati karena cinta, tapi manusia akan hidup karena Iman.

Jadi mana yang lebih abstrak menurutmu? Cinta dan Iman atau hasil abtraksiku?

About these ads

2 thoughts on “Abstraksi Cinta… Abstraksi Iman…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s