Ada sebuah lelucon yang menurut saya cukup cerdas yang dipos di group kelasku.
“
Ketika Dosen dan Kita
DOSEN : Selalu benar.
KITA : Selalu salah.
• Jika DOSEN tetap pada pendapatnya, itu konsisten.
• Jika KITA demikian, itu keras kepala.
• Jika DOSEN berubah 2x pendapat, itu fleksibel.
• Jika KITA demikian, itu plin plan.
• Jika DOSEN bekerja lambat, itu teliti.
• Jika KITA demikian, itu bodoh.
• Jika DOSEN bekerja cepat, itu terampil.
• Jika KITA demikian, itu asal-asalan.
• Jika DOSEN lambat memutuskan, itu hati-hati.
• Jika KITA demikian, itu idiot.
• Jika DOSEN cepat mengambil keputusan, itu berani ambil resiko.
• Jika KITA demikian, itu gegabah.
• Jika DOSEN melanggar prosedur, berarti inisiatif.
• Jika KITA demikian, itu tidak tahu aturan.
• Jika DOSEN menyatakan : “Mudah” itu berarti optimis.
• Jika KITA demikian menyatakan : “Mudah” itu sok.
• Jika DOSEN sering keluar kampus, itu cari peluang.
• Jika KITA demikian, itu cari kesempatan.
• Jika DOSEN men-service atasan, itu loyalitas.
• Jika KITA demikian, itu menjilat.
• Jika DOSEN sering tidak masuk, itu kecapaian kerja keras.
• Jika KITA demikian, itu malas.
• Jika DOSEN membuat lelucon, itu humoris
• Jika KITA demikian, itu frustasi.
• Jika DOSEN mengirim joke ini ke KITA berarti peace
• Jika KITA nekat ngirim joke ini ke DOSEN berarti rest in peace
“
Saya adalah seorang yang besar di keluarga yang demokratis. Istri boleh mengkritik suami, anak boleh mengkritik orang tua, adik boleh mengkritik kakak. Begitu juga sebaliknya. Jadi, lelucon macam ini tidak menjadi sesuatu yang tabu dalam keluarga saya. Dan saya percaya dosen-dosen masa kini juga sudah banyak yang terbuka dan percayalah mereka juga pernah berada di posisi yang sama dengan kita. Mereka juga pernah jadi mahasiswa.
Tiba-tiba saja angan saya melayang ke kata-kata,
“Guru bukan dewa, murid bukan kerbau”
Kata-kata ini keluar dari seorang Tionghoa, saat itu dia masih SMP. Kira-kira 12-15 tahun. Ketika aku membacanya saat itu saya kelas 3 SMA, umur saya 17 tahun. Saat itu saya tidak mengerti betul apa artinya kata-kata itu. Tapi karena keren, jadi sampai 5 tahun setelah saya baca pun saya masih ingat kata-kata itu. Dan setelah saya mengerti apa artinya. Saya menjadi tidak mengerti, bagaimana bisa kata-kata se”keren” itu bisa keluar dari seorang anak SMP?
Guru bukan dewa (apalagi Tuhan). Dewa adalah sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan dan kekuasaan diatas seorang manusia. Dalam mitologi Yunani, ada dewi Athena yang merupakan dewi kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan. Dalam mitologi Romawi, ada dewi Minerva. (Wew… dewi loh… apakah sejak dahulu memang perempuan itu lebih pintar?)

- Dewi Athena / Minerva
Meraka bisa tentukan kebenaran. Bisa menentukan pengetahuan mana yang akan dibocorkan pada manusia biasa. Dia bisa tentukan kebenaran. Ya. Mereka dewa yang punya kekuatan dan kekuasaan untuk itu.Mereka lebih dari manusia.
Dan guru tidak begitu. Mereka manusia. Yang sangat mungkin salah. Sangat mungkin untuk tidak sempurna. Yang menyebalkan memang ketika guru yang manusia ini belaga seperti dewa yang tidak mungkin salah. Juga seperti Athena dan Minerva, punya kekuasaan dan kekuatan untuk tentukan mana pengetahuan yang boleh diketahui oleh muridnya. Bisa tentukan kebenaran.
Dan murid bukanlah kerbau. Kerbau yang tiap hari dicucuk hidungnya agar mau membajak sawah. Kerbau yang harus disuapin makannnya. Kerbau yang ketika salah harus di pecut agar tahu bahwa dia salah.
Kami, para murid adalah manusia, para pembelajar kehidupan, bukanlah kerbau. Kami manusia yang butuh diperlakukan sebagai makhluk cerdas yang bisa melakukan proses pembelajaran.
Jadi…
“Guru manusia, murid manusia”
Yang sama-sama belajar. Yang sama-sama bisa melakukan kesalahan. Yang sama-sama tidak berhak menentukan kebenaran. Yang sama-sama tidak bisa menentukan siapa yang berdosa akan sebuah kesalahan.
So… maaf dan terimakasih untuk para pahlawan tanpa tanda jasa “in collegio”.
Satu yang perlu kita ingat dewi pengetahuan itu sudah mati. Tergantikan oleh manusia-manusia penuntut ilmu. Saya tidak berbicara tentang Tuhan, tapi Dewa. There’s about gods not God.